kasandrysa
Tahun 1995. Indonesia sedang bersolek dalam modernitas, namun bagi Shu Xian, dunia justru terasa semakin sempit. Dia harus mengubur aksara leluhurnya, mengganti namanya menjadi Susan. Baginya, bertahan hidup berarti menjadi tak kasat mata.
Namun, ketenangan semu itu terusik ketika Baskara, seorang pemuda pribumi yang idealis, mulai sering mampir ke toko bunga kecil milik keluarganya.
Di saat sentimen anti Tionghoa mulai meradang dan ancaman premanisme membayangi setiap sudut Pecinan, Baskara dan Susan menjalin rasa di atas "Garis Asimilasi" yang rapuh.
Namun, cinta mereka bukan sekadar urusan dua hati.
Ketika tekanan politik memuncak dan keselamatan keluarga menjadi taruhan, mereka dipaksa memilih menyeberangi garis itu bersama-sama dengan risiko kehilangan segalanya, atau membiarkan tembok asimilasi meruntuhkan harapan mereka selamanya.