Ffinpen
Berdiri didekat jembatan, angin sore menerpa badan A Hua. Menengok kebelakang, lalu-lalang mobil melintas membuat bunyi gemuruh keras memekakkan telingan. Namun anehnya itu juga membuat keteraturan. Lalu-lalang mobil melaju tanpa hambatan tampak tenang di antara kebisingan yang memusingkan. A Hua melihatnya dan tersenyum.
"Itu sangat mirip dengan ku", kata A Hua, sembari kembali menatap ke depan, menunduk melihat aliran sungai.
"Air membawa memori", guman A Hua seketika angin berhembus kencang, "Air juga menopang takdir!, biarkan aku beristirahat" lanjutnya.
A Hua berhenti sejak, lalu tiba-tiba melompat dari jembatan. Tubuh A Hua langsung terjatuh kedalam sungai. Ia tidak melawan bahkan tidak panik, ia hanya membiarkan dirinya. Ia melihat gelombang air mulai mengelilinginya membentuk pusaran. Dalam hatinya ia berkata "Jika air membawa ku kembali maka biarlah, jika air memutuskan takdirku dengan dunia ini juga tak apa, aku hanya ingin istirahat! ".
Di kondisi itu A Hua mulai mengingat beberapa kehidupan sebelumnya. Bagaimana ia juga pernah melompat ke laut dengan alasan dan kata-kata yang sama. Dia sama sekali tidak merasa sedih atu menderita atas hidupnya. Bahkan di kehidupan sebelumnya, ia bisa sukses, kaya dan banyak orang menyayanginya. Namun ia bertahan dan pergi hanya untuk satu orang.
Ia melihat raga dan jiwa pria itu sangat mencintainya, tapi juga menyakitinya. Ia mengingat di kehidupan sebelumnya bahwa pria itu sangat menyakitinya bahkan hingga keguguran. Ketika pria itu sadar dan menyesal, A Hua tetap pergi dengan diam. Namun gadis itu kembali ketika merasakan pria itu ingin mengakhiri hidupnya. A Hua memegang tangan pria itu dan berkata, tidak bisa memaafkan tapi tetap mencintainya bahkan di hadapan kematian, alih-alih memberikan kata pengihuburan untuk membuat pria itu membatalkan rencananya.
A Hua mulai merasa dinginnya air. "Maaf, aku mencintaimu". Perlahan menutup matanya sambil membayangkan bagaimana cinta mereka akan terus berjalan.......