Serena_mauza1's Reading List
4 stories
Uke Posesif|Heehoon by Serena_mauza1
Serena_mauza1
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
"Kau boleh menjajakan senyummu pada dunia, Heeseung-ah. Tapi tubuhmu, jiwamu, dan setiap embusan napasmu adalah hak milik mutlakku." ​Lee Heeseung adalah seorang seme playboy kelas berat yang terbiasa hidup bebas, dikelilingi oleh pemujaan dan deretan uke simpanan yang mengantre untuk perhatiannya. Baginya, cinta hanyalah sebuah permainan ego yang selalu ia menangkan. Namun, langkah Heeseung terhenti total ketika ia berhadapan dengan Park Sunghoon-kekasihnya sendiri yang memiliki paras seindah pualam, namun menyimpan obsesi yang teramat pekat dan berbahaya. ​Batas kewarasan Sunghoon akhirnya pecah ketika pengkhianatan Heeseung terendus hingga ke kamar asrama juniornya. Bukan sekadar air mata, Sunghoon datang membawa gunting kain yang berkilat tajam di bawah lampu neon, siap menumpahkan darah siapa saja yang berani menyentuh miliknya. ​Malam itu menjadi awal dari runtuhnya kebebasan Heeseung. Ia diseret kembali ke penthouse mewah mereka, diisolasi total dari dunia luar, dan dipaksa bertekuk lutut di bawah kendali mutlak sang ratu pualam. Tidak ada lagi ponsel, tidak ada lagi kampus, dan tidak ada lagi jalan melarikan diri. Di dalam sangkar emas yang pengap oleh rasa posesif itu, Heeseung harus memilih: terus memberontak dan menghadapi kehancuran bersama, atau pasrah menyerahkan seluruh hidupnya untuk dicintai dengan cara yang paling gila. ​Ketika sekutu dan masa lalu mencoba mengintervensi, mereka hanya mendapati sebuah kenyataan pahit: hubungan Heeseung dan Sunghoon telah melangkah ke zona gelap yang tidak akan pernah bisa dimasuki oleh orang luar lagi. ​"Jika kau terbang terlalu jauh, aku tidak akan ragu untuk mematahkan sayapmu-atau menusuk jantungku sendiri di depan matamu agar kau selamanya dihantui oleh mayatku." Genre:Dark romantis, boy loves.
1 Buy 1 Get.  by Serena_mauza1
Serena_mauza1
  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
Park Sunghoon adalah mahasiswa arsitektur tingkat dua yang terkenal sangat tenang, pemalu, dan penyendiri di kampus. Dia tipe cowok manis yang tidak suka cari perhatian, tapi diam-diam memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Kehidupan tenangnya di kampus mendadak berubah total sejak dirinya terjebak di antara dua cowok paling berpengaruh, dominan, dan berbahaya di kampus Lee Heeseung dan kembarannya, Evan. ​Awalnya, Sunghoon mengira dia hanya berurusan dengan satu orang. ​Lee Heeseung adalah ketua senat mahasiswa yang sempurna, berwibawa, manipulatif, dan memiliki aura kepemimpinan yang kuat. Di depan Heeseung, Sunghoon selalu memasang wajah denial dan pemalu, walau sebenarnya Heeseung diam-diam mulai menunjukkan ketertarikan dan sifat protektif yang besar pada Sunghoon. ​Namun, segalanya menjadi rumit dan menegangkan ketika Sunghoon menyadari adanya sosok "Heeseung yang lain" yang sifatnya 180 derajat berbeda. Sosok itu adalah Evan, kembaran Heeseung yang misterius, berandal sumbu pendek, dan agresif. Berbeda dengan Heeseung yang mendekati Sunghoon dengan cara yang halus dan penuh wibawa, Evan langsung bergerak secara terang-terangan, mengklaim, dan mengonfrontasi Sunghoon dengan cara yang liar. ​Duo kembar Lee ini ternyata memiliki satu kesamaan mutlak: mereka berdua sama-sama obsesif dan posesif setengah mati terhadap Sunghoon. ​Sunghoon yang awalnya kebingungan dan dipenuhi rasa takut, perlahan-lahan mulai terseret masuk ke dalam pesona gelap si kembar. Setiap interaksi manis di koridor kampus bersama Heeseung, dan setiap ketegangan berbahaya di sudut sepi sekolah bersama Evan, membuat Sunghoon terjebak dalam labirin emosi yang tidak ada jalan keluarnya. Si kembar Lee siap melakukan apa saja memanipulasi situasi, mengunci pintu, bahkan saling berebut pengaruh hanya untuk memastikan bahwa Sunghoon seutuhnya menjadi hak milik mereka berdua, tanpa ada orang lain yang boleh menyentuhnya.
Plot twist|heehoon oneshot.  by Serena_mauza1
Serena_mauza1
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
Hubungan Park Sunghoon dan Lee Heeseung di kampus selalu diibaratkan seperti minyak dan air-tidak pernah bisa menyatu dan selalu dipenuhi ketegangan. Permusuhan mereka mencapai puncaknya karena memperebutkan satu gadis populer yang sama, Yuna. Demi memenangkan hati Yuna, keduanya terjebak dalam persaingan ego yang gila-gilaan, mulai dari saling pamer perhatian hingga rela menguras tabungan demi membelikan barang-barang mewah. ​Namun, segalanya berubah ketika Heeseung tidak sengaja mendengar obrolan Yuna dengan gengnya di sebuah kafe. Kenyataan pahit terungkap bahwa Yuna hanya memanfaatkan rivalitas mereka dan menganggap keduanya tidak lebih dari sekadar "ATM berjalan". Meski awalnya menolak percaya karena ego, Sunghoon akhirnya menyadari kebenaran tersebut setelah menguji Yuna dengan berpura-pura bangkrut. ​Di titik terendah saat menyadari kebodohan mereka, Heeseung dan Sunghoon justru duduk bersama di bangku taman kampus, menertawakan nasib sial yang mereka alami. Alih-alih melanjutkan permusuhan, rasa sakit hati itu menjadi awal dari dinamika baru di antara mereka. Lewat canggungnya proses berdamai, mengatasi ego masing-masing, dan menghabiskan waktu bersama dari perpustakaan hingga kantin, keduanya justru menemukan kenyamanan yang tulus satu sama lain-sebuah perasaan mendalam yang mengubah status dari musuh bebuyutan menjadi sepasang kekasih. this oneshot, okey. homopobic skip. heehoon.
The Scars We Carry (HEEHOON)  by Serena_mauza1
Serena_mauza1
  • WpView
    Reads 937
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 9
​"Kau bisa pergi sejauh apa pun, tapi pada akhirnya, kau akan selalu pulang ke rumah ini. Kau akan selalu pulang kepadaku." ​Bagi Sunghoon, hidup di kediaman keluarga Lee bukanlah sebuah anugerah, melainkan sangkar emas yang menyiksa. Sebagai yatim piatu yang ditampung oleh Nyonya Lee, ia harus menerima peran sebagai asisten pribadi sekaligus samsat emosi bagi Heeseung-sang pewaris tunggal yang arogan dan penuh kebencian. ​Heeseung membenci kehadiran Sunghoon. Ia menindasnya, merendahkannya, dan mengontrol setiap jengkal kehidupan Sunghoon hanya untuk memuaskan rasa haus akan dominasi. Namun, di balik kebencian yang meledak-ledak itu, tersimpan obsesi gelap yang bahkan Heeseung sendiri takut untuk mengakuinya. ​Segalanya hancur di malam kelulusan. Sebuah kesalahan fatal yang dipicu oleh alkohol dan rasa cemburu buta mengubah garis takdir mereka selamanya. Sunghoon pergi membawa luka yang tak terlihat, membawa rahasia besar yang tumbuh di dalam rahimnya, sementara Heeseung tertinggal dalam penyesalan yang terlambat. ​Kini, bertahun-tahun kemudian, bayang-bayang masa lalu kembali memanggil. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, apakah Heeseung akan tetap menjadi monster yang menghancurkan Sunghoon, ataukah ia akan menjadi pelindung bagi luka-luka yang pernah ia buat sendiri?