jarchayn
𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐉𝐀𝐃𝐈 𝐏𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐑𝐀𝐍𝐒𝐏𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐆𝐔𝐘𝐒. 𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐀𝐍𝐃 𝐕𝐎𝐓𝐄!
"Di Indonesia, piring kotor adalah 'kodrat', sedangkan ijazah hanyalah 'pajangan'."
Hera, Ariana, dan Zara hanyalah tiga dari jutaan perempuan yang identitasnya diringkas menjadi seberapa bersih lantai yang mereka sapu dan seberapa patuh mereka saat mimpinya dibakar. Di rumah ini, kasih sayang orang tua diukur dengan seberapa dalam kau mampu mengubur harga dirimu, dan "bakti" sering kali hanyalah nama lain dari perbudakan domestik.
Saat ijazah sekolah ditukar dengan buku nikah dan pena diganti dengan ulekan, pelarian menjadi satu-satunya cara untuk tetap menjadi manusia. Ini bukan sekadar cerita tentang pelarian; ini adalah tamparan bagi setiap laki-laki yang merasa menjadi raja di atas air mata saudari mereka, dan pelukan bagi setiap perempuan yang sedang mencuci piring sambil menangis diam-diam.
murni karangan penulis