jarchayn's Reading List
6 stories
𝐋'𝐎𝐛𝐬𝐞𝐬𝐬𝐢𝐨𝐧 𝐍𝐨𝐢𝐫𝐞  [𝐨𝐧 𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠] by jarchayn
jarchayn
  • WpView
    Reads 298
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 21
𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐉𝐀𝐃𝐈 𝐏𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐑𝐀𝐍𝐒𝐏𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐆𝐔𝐘𝐒. 𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐀𝐍𝐃 𝐕𝐎𝐓𝐄! ​ Rajash tidak hanya menginginkan raga Shelley, ia menginginkan setiap tetes darah yang mengalir dalam nadi Sennheiser, putra mereka. Dalam pikiran Rajash yang terdistorsi, mereka bertiga adalah satu kesatuan anatomi yang tidak boleh terpisahkan oleh maut sekalipun. Shelley adalah obsesinya, dan Sennheiser adalah pewaris kegilaannya. Saat jeritan Shelley teredam oleh dinding-dinding steril, Rajash akan berbisik bahwa semua ini adalah bentuk perlindungan. Sebuah cinta yang sakit, di mana seorang anak menjadi perisai terkuat yang membebaskan Mommy nya dari dalam labirin delusi sang dokter. 𝐒𝐥𝐨𝐰 𝐮𝐩 𝐠𝐮𝐲𝐬
 𝐈𝐧𝐯𝐢𝐬𝐢𝐛𝐥𝐞 𝐄𝐪𝐮𝐚𝐥𝐢𝐭𝐲 [𝐄𝐍𝐃] by jarchayn
jarchayn
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 15
𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐉𝐀𝐃𝐈 𝐏𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐑𝐀𝐍𝐒𝐏𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐆𝐔𝐘𝐒. 𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐀𝐍𝐃 𝐕𝐎𝐓𝐄! "Di Indonesia, piring kotor adalah 'kodrat', sedangkan ijazah hanyalah 'pajangan'." Hera, Ariana, dan Zara hanyalah tiga dari jutaan perempuan yang identitasnya diringkas menjadi seberapa bersih lantai yang mereka sapu dan seberapa patuh mereka saat mimpinya dibakar. Di rumah ini, kasih sayang orang tua diukur dengan seberapa dalam kau mampu mengubur harga dirimu, dan "bakti" sering kali hanyalah nama lain dari perbudakan domestik. Saat ijazah sekolah ditukar dengan buku nikah dan pena diganti dengan ulekan, pelarian menjadi satu-satunya cara untuk tetap menjadi manusia. Ini bukan sekadar cerita tentang pelarian; ini adalah tamparan bagi setiap laki-laki yang merasa menjadi raja di atas air mata saudari mereka, dan pelukan bagi setiap perempuan yang sedang mencuci piring sambil menangis diam-diam. murni karangan penulis
 𝐈 𝐉𝐮𝐬𝐭 𝐖𝐚𝐧𝐭 𝐏𝐞𝐚𝐜𝐞 [𝐄𝐍𝐃] by jarchayn
jarchayn
  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 16
𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐉𝐀𝐃𝐈 𝐏𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐓𝐑𝐀𝐍𝐒𝐏𝐀𝐑𝐀𝐍 𝐆𝐔𝐘𝐒. 𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐀𝐍𝐃 𝐕𝐎𝐓𝐄! "Jangan cari aku saat duniamu mulai sepi. Karena saat itu, aku sudah menemukan ketenanganku sendiri." Rembulan Arunika adalah bayangan di rumahnya sendiri. Dia ada, tapi tak dianggap. Dia bicara, tapi tak didengar. Sementara Fabian dan Ezril hidup dalam sorot lampu, Rembulan perlahan menghilang dalam kegelapan yang diciptakan keluarganya sendiri. Saga, Rifqi, dan Gani melihat retakan itu. Jingga mencoba menahannya agar tidak hancur. Namun, seberapa lama seseorang bisa bertahan saat satu-satunya tempat yang seharusnya menjadi 'pulang' justru menjadi alasan ia ingin pergi?