tulisanieve
Sion pindah ke kota itu dengan badan yang mudah lelah dan kepala yang gampang penuh. Kos di ujung gang dekat kampus tidak menawarkan apa-apa selain kamar sempit, tangga besi yang berisik, dan malam yang sering basah oleh hujan. Ospek membuat hari-harinya panjang dan bising, sementara ia sendiri belum sempat belajar cara hidup di tempat baru. Di sela-sela itu, Ken muncul sebagai senior yang tidak banyak bicara, suaranya tidak perlu tinggi untuk didengar. Ia lebih sering menegur daripada menghibur, lebih sering menjaga jarak daripada mendekat. Perhatiannya tidak terasa manis, justru seperti sengaja disembunyikan di balik sikapnya yang keras.
Namun pelan-pelan, Sion mulai mengenali ketenangan aneh yang selalu tersisa setiap kali Ken ada di dekatnya. Lelahnya tidak hilang, hanya menjadi lebih ringan untuk ditanggung, seperti udara yang berubah setelah hujan reda. Petrichor, aroma tenang sehabis hujan, seperti Ken yang diam-diam membuat kepalanya tidak seramai biasanya.