PRICENOIR
Siska Andarini, pewaris tunggal kerajaan bisnis kuliner Pagisenja dan pemilik aset bernilai ratusan miliar, memilih hidup sederhana dan menyembunyikan kekayaannya. Ia hanya mengaku punya usaha rumah makan biasa dan tamatan SMA. Menikah dengan Andi, seorang sarjana yang merasa dirinya paling pintar dan pantas dibanggakan, hidup Siska berubah menjadi neraka kecil di rumahnya sendiri.
Bu Ratna, ibu mertuanya, sangat membenci dan meremehkan Siska. Baginya, menantunya itu hanyalah gadis tamatan SMA yang pemalas, kasar, boros, dan sama sekali tidak sepadan dengan anaknya yang berpendidikan tinggi. Apalagi setelah satu tahun menikah, Siska belum juga memberikan cucu. Ditambah lagi kemarahan Bu Ratna karena seluruh gaji Andi sebesar 20 juta rupiah dipegang penuh oleh Siska.
Bagi Bu Ratna, Siska hanyalah benalu yang menghabiskan uang suaminya. Bersama ketiga anak perempuannya Dinda, Citra, dan Eka yang penuh iri hati dan merasa paling berhak, Bu Ratna menyusun rencana licik. Ia diam-diam menjodohkan Andi kembali dengan Rina, mantan pacarnya yang bekerja sebagai bidan. Wanita yang dianggapnya jauh lebih sepadan, berpendidikan, lembut, dan pasti bisa memberikan keturunan. Bu Ratna bertekad membuang Siska dan merebut seluruh harta yang ia miliki.
Dan saat mereka merasa hampir menang, sebuah kebenaran besar terungkap. Sosok mitra bisnis sukses dan kaya raya yang sangat dihormati Siska, ternyata adalah Pak Hadi Wijaya mantan suami Bu Ratna, ayah kandung Andi, dan laki-laki yang dulu dibuang dan dihinanya karena dianggap miskin dan gagal. Pak Hadi yang menyimpan sakit hati mendalam, kini menjadi sekutu terkuat Siska.
Saat Andi akhirnya menceraikan Siska demi menikahi Rina sesuai keinginan ibunya, Siska tersenyum penuh kemenangan. Ia melepaskan suaminya bukan karena kalah, tapi untuk memainkan balas dendam termanis.