DiahSenja_R
Di pesantren, tidak semua pertemuan perlu kata.
Ada yang cukup dengan menunduk.
Ada yang hanya lewat, tapi tinggal lama di hati.
Zeyna datang dengan seragam putih abu-abu dan niat sederhana: belajar dan menata diri.
Ia tak pernah berniat menyimpan rasa, apalagi pada seseorang yang bahkan tak pernah ia sapa.
Namun di balik sarung dan kitab, ada kehadiran yang diam-diam menguji keteguhannya.
Tidak ada cinta terucap.
Tidak ada janji.
Hanya jarak, doa, dan rasa yang harus dijaga.
Sebuah cerita tentang remaja, adab, dan perasaan yang belajar diam.
Tentang menahan bukan karena takut, tapi karena ingin tetap benar.
Kadang, yang paling sulit bukan melupakan-
tapi menjaga hati agar tidak melangkah terlalu jauh.