Bang's unvrs
5 stories
Rewrite The Stars ✔ by ladyinmoonlight
ladyinmoonlight
  • WpView
    Reads 190,667
  • WpVote
    Votes 28,112
  • WpPart
    Parts 27
Kesalahan yang dilakukannya di masa lalu pada Kim Taehyung membuat Park Jimin selalu dikejar rasa bersalah karena sikapnya yang terlalu pengecut. Ketika mereka berdua bertemu lagi, ketika Jimin berusaha untuk memperbaiki ikatan persahabatan mereka yang terlanjur rusak. Apa Jimin masih punya waktu untuk itu semua? Karena baginya, hari esok seperti tidak akan pernah ada, dan Jimin mulai semakin kehabisan waktu. Cover by Pinterest Edit by canva ©2018, Oktober by Ladyinmoonlight
Find You by AFASA1306
AFASA1306
  • WpView
    Reads 39,729
  • WpVote
    Votes 3,735
  • WpPart
    Parts 16
Namjoon memutuskan untuk menginjakkan lagi kaki nya di Korea demi menemukan adiknya yang sudah terpisah dengannya belasan tahun lalu. Berbekal memori masa kecil, akankah ia berhasil?
Melodious [Sibling Brother] ✔ by Lalanaraya
Lalanaraya
  • WpView
    Reads 408,427
  • WpVote
    Votes 35,312
  • WpPart
    Parts 33
Bagi Park Jimin, Min Yoongi adalah kakak terbaiknya. Dan bagi Min Yoongi, Park Jimin adalah sumber melodinya. Melodi kebencian yang ia tuangkan dalam sebuah lirik lagu. _____________ Brothership Min Yoongi & Park Jimin
Take Me by chitachim1307
chitachim1307
  • WpView
    Reads 44,291
  • WpVote
    Votes 4,920
  • WpPart
    Parts 38
Jimin yang terus dituntut untuk menjadi sempurna. Namun kesempurnaan bukanlah miliknya. . . . Taehyung dengan segala kelebihan yang terpendam harus merelakannya untuk tetap seperti itu. Karena kelebihan tak jauh lebih penting dari nyawanya. . . . Jungkook yang penuh dengan kebahagiaan. Harus menerima sakit yang luar biasa.
OBLIVION by vioceelinn
vioceelinn
  • WpView
    Reads 13,966
  • WpVote
    Votes 908
  • WpPart
    Parts 25
Tujuh kepala yang tinggal di dalam satu atap, saudara satu kakek tapi asing satu sama lain. Bagaimana mau hidup bersama jika terus saling tidak peduli? Rumah perlahan-lahan menjadi sesuatu yang memuakkan hanya dalam tiga bulan. Ingin pulang tapi tidak ada yang menunggu. Karena memang rumah itulah satu-satunya tempat yang menyambut kedatangan mereka, entah dengan amarah, duka, atau suka. Jauh lebih baik dibanding rumah yang mati.