fav
1 story
Split Twighlight In The Indies [END] بقلم natahyuga
natahyuga
  • WpView
    مقروء 5,725
  • WpVote
    صوت 847
  • WpPart
    أجزاء 38
Di bawah langit Surabaya yang pengap oleh aroma rempah dan mesiu, Mayor Matthias von Herhardt berdiri sebagai manifestasi kekuasaan absolut VOC. Sebagai perwira tinggi yang ditakuti, ia tidak terbiasa dengan hal-hal yang tidak bisa ia taklukkan. Namun, segalanya berubah di peron stasiun yang riuh, saat matanya menangkap sesosok anomali yang mustahil: seorang gadis pribumi yang tampak seperti dewi yang tersesat. Gadis itu adalah sebuah penghinaan sekaligus pesona bagi logika sang Mayor. Ia mengenakan celana panjang dan pakaian yang mengekspos garis leher serta bahunya-sebuah pemandangan yang terlampau berani, bahkan untuk standar Eropa di tanah koloni. Kulitnya yang seputih pualam, berkilau di bawah terik matahari, menandakan ia bukanlah rakyat jelata biasa. Menggunakan otoritas militernya yang tanpa batas, Mayor Matthias melakukan tindakan yang tak terduga: ia menahan gadis itu sebagai tawanan pribadinya. Apa yang dimulai sebagai rasa ingin tahu yang dingin, dengan cepat bermutasi menjadi obsesi yang mencekik. Di balik seragam kebesarannya, Matthias merasakan gejolak posesif yang primitif. Baginya, gadis itu bukan lagi sekadar tahanan, melainkan artefak berharga yang harus ia isolasi dari dunia luar. Puncaknya, saat sang gadis berhasil menyelinap dari pengawasannya dan Matthias melihatnya berdiri di dekat pria lain, sang Mayor merasakan "kiamat" kecil dalam dadanya. Darahnya mendidih oleh kecemburuan yang meluap-luap. Baginya, siapa pun yang berani menatap atau menyentuh gadis itu telah melakukan pengkhianatan terhadap perintah militer tertinggi-karena di mata sang Mayor, gadis itu adalah wilayah jajahan terakhir yang hanya boleh tunduk pada titahnya.