Capriicoornnn
Bagi dunia, Elinor Frost adalah gambaran kesempurnaan di usia dua puluh tahun: cerdas, mandiri, dan selalu bisa diandalkan. Tak ada yang tahu bahwa di balik bahunya yang tegak dan senyum tipisnya, Elinor sedang perlahan tenggelam dalam kesunyian yang mencekik.
Di kampus, ia adalah mahasiswi yang ceria, hangat dan konyol untuk teman teman dekatnya dan menjadi sesorang yang begitu tak tersentuh untuk orang orang yang belum mengenalnya. Di keluarga, ia adalah anak yang memikul beban ekspektasi orang tua tanpa cela. Namun, setiap kali ia mencoba mengulurkan tangan untuk meminta tolong, rasa tidak percaya dan ketakutan yang tak ia pahami selalu menariknya kembali ke kegelapan. Baginya, dunia adalah tempat yang asing, dan ia adalah satu-satunya orang yang tidak memiliki tempat untuk pulang.
Hingga di satu titik, topeng itu mulai retak.
Saat beban menjadi "si kuat, si ceria" tak lagi sanggup ia pikul, Elinor mulai mempertanyakan segalanya, termasuk apakah hidup ini masih layak untuk ia jalani. Di tengah dinginnya sisa hujan Evercrest dan tatapan-tatapan asing yang mulai mengusik dunianya, Elinor dihadapkan pada satu pilihan sulit:
Terus bersembunyi dalam dinding kesepiannya hingga hancur, atau memberanikan diri menunjukkan sisi rapuhnya yang paling gelap demi sebuah kehangatan yang nyata?