Linnotscaryanymore
- Reads 720
- Votes 148
- Parts 7
Tujuh abang beradik yaitu Halilintar, Taufan, Gempa, Blaze, Ice, Thorn, dan Solar kehilangan orang tua mereka yang menghilang tanpa kabar. Puncaknya, saat si kembar sulung, Halilintar dan Taufan, menginjak usia 19 tahun, ego dan tekanan hidup memicu pertengkaran hebat di antara keduanya. Muak dengan keadaan, mereka berdua memilih pergi dan menelantarkan adik-adiknya diusia 20 tahun.
Di usia yang baru 16 tahun, Gempa terpaksa mengubur impiannya. Ia putus sekolah dan membanting tulang demi menghidupi keempat adiknya yang masih kecil, yaitu Blaze dan Ice yang berusia 13 tahun, lalu Thorn dan Solar yang berusia 11 tahun.
Lima tahun berlalu. Gempa yang berusia 21 tahun kini tumbuh menjadi pemuda yang kurus dan menyedihkan akibat bekerja keras selama 5 tahun terakhir. Namun pengorbanannya berhasil menyekolahkan adik-adiknya hingga menginjak bangku SMA.
Suatu siang di taman kota, Blaze tidak sengaja menabrak seorang pria kaya. Ketika pandangan mereka bertemu, waktu seolah berhenti. Pria itu adalah Halilintar dan Taufan, yang kini telah sukses dan bergelimang harta.
Gempa datang menghampiri untuk memeriksa Blaze. Halilintar dan Taufan syok setengah mati melihat kondisi adik kesayangannya dulu yaitu Gempa yang tampak begitu kurus dan menyedihkan.
Namun, alih-alih memaki atau menangis, Gempa justru memasang senyum sangat hangat. Ia membungkuk hormat, meminta maaf atas kecerobohan adiknya dan berpura pura tidak mengenali mereka, lalu menarik Blaze pergi. Kata-kata dan senyuman itu menjadi hantaman keras yang meninggalkan rasa penyesalan mendalam di hati kedua abang sulungnya.
Bagaimana cara agar mereka bisa berkumpul seperti dulu? Baca sendiri, nanti kamu juga akan mengetahuinya.
Catatan: NO BL. Banyak typo.