cookieskukies
- Reads 666
- Votes 408
- Parts 35
"Karena sejauh apa pun langkah kaki merantau, rumah adalah tempat di mana frekuensi kita bertemu."
Bagi Kara, Bandung adalah sebuah ketakutan akan ketidaktahuan. Bagi Arka, Bandung adalah sebuah janji yang harus ditepati.
Berawal dari jalanan protokol Bandar Lampung, dua sahabat masa kecil ini bertaruh segalanya-waktu, energi, hingga air mata-demi satu tujuan ambisius: Sekolah Farmasi ITB. Selama empat minggu "berdarah-darah" di perpustakaan daerah, mereka bergelut dengan rumus kimia dan ketidakpastian masa depan. Arka hadir sebagai jangkar bagi Kara yang nyaris karam, meyakinkannya bahwa alamat mereka adalah Ganesha 10.
Namun, ketika langkah kaki mereka benar-benar menginjakkan kaki di trotoar Braga dan merasakan dinginnya angin Dago, mereka menyadari bahwa merantau bukan hanya soal pindah kota. Ini tentang bertahan di tengah laporan praktikum yang menumpuk dan menemukan arti "pulang" di tengah riuhnya kota orang.
Di antara aroma kopi hangat dan jepretan kamera Arka, mampukah mereka tetap berada di frekuensi yang sama? Ataukah setiap titik sudut Bandung justru akan membawa mereka ke arah yang berbeda?