GaluhCahya8
- Reads 2,970
- Votes 602
- Parts 13
Aku jatuh hati kepada seseorang. Bagiku dia segalanya; matahari, langit, duniaku.... Sekalipun selama ini dia tidak pernah memberiku respons apa pun, tapi hatiku bersikeras menahannya. Selama di akademi aku menyimpan semua perasaan itu, rahasia semanis gulali, untuk diriku seorang. Namun, siapa sangka begitu lulus dari akademi keluargaku menjodohkanku dengan cinta pertamaku?
Saat itu rasanya semesta memberiku hadiah terhebat dan termanis. Akhirnya aku bisa bersama dengan orang yang paling aku cintai di dunia. Sekalipun pernikahan kami sekadar hitam di atas putih dan ia tak pernah membalas perasaanku, aku tetap menerima semuanya.
Hingga suatu hari dia kembali dan membawa seorang perempuan jelita. Segalanya pun berubah. Senyum yang tak pernah kudapatkan kini terlukis di wajahnya, kata-kata lembut yang tidak pernah kudengar pun selalu terlontar dari bibirnya, dan sikapnya berbeda....
Sekuat tenaga aku berusaha bertahan, tetapi cinta pun ada batasnya. Luapan asmara pun kandas dan aku menyadarinya. Dia tidak pernah mencintaiku baik sebagai istri maupun teman hidup.
Tak mungkin aku mempertahankan pernikahan. Cinta bertepuk sebelah tangan ini harus segera diakhiri. Bila dia tak berani mengambil langkah pertama, maka biarkan aku yang mendahuli.
Surat perceraian. Aku menandatanganinya tanpa ragu dan menyerahkan semua barang pemberian lelaki itu. Tidak ada satu pun yang kuambil termasuk cincin pernikahan.
Cinta pertama seindah apa pun pada akhirnya harus berakhir juga oleh realitas.