qnsalsaxy_
- Reads 181
- Votes 67
- Parts 19
Di dunia bawah tanah yang dipenuhi oleh kebohongan dan kekuasaan, Wyllam Cael Veridian adalah hukum yang tak terbantahkan.
Bagi Wyllam, hidup adalah persamaan matematika yang harus diselesaikan. Sebagai penguasa dari The Obsidian Sanctum, ia telah membangun kerajaan yang dingin, terukur, dan kejam. Namun, di balik presisi yang sempurna, ada satu variabel yang menolak untuk tunduk: Estraeus Kaelion Draveth.
Estraeus adalah anomali. Ia adalah lawan yang setara, musuh yang menatap mata Wyllam tanpa rasa takut, dan pria yang memiliki pesona mematikan di balik ketenangannya yang elegan. Bagi dunia, mereka adalah rival yang akan saling menghancurkan. Namun bagi Wyllam, Estraeus adalah satu-satunya bidak yang paling ingin ia miliki-bukan untuk dimusnahkan, melainkan untuk dikunci di dalam dunianya yang gelap.
Ketika ancaman pihak ketiga mulai menggoyahkan fondasi kekuasaan mereka, Wyllam dan Estraeus terpaksa terlibat dalam aliansi yang rapuh. Namun, di balik ruang pertemuan yang penuh ketegangan dan tatapan mata yang menyimpan kebencian, tumbuh sebuah obsesi yang membakar. Wyllam ingin menguasai, dan Estraeus menolak untuk hancur.
Dalam permainan di mana satu langkah salah berarti maut, mereka terikat oleh dendam, kekuasaan, dan tarikan hasrat yang mematikan. Di The Obsidian Sanctum, cinta tidak datang dengan kelembutan-ia datang sebagai belenggu.
Seberapa jauh seseorang akan melangkah untuk memiliki satu-satunya hal yang tidak bisa mereka kendalikan?