HusmiYurti
- Reads 1,864
- Votes 233
- Parts 19
"Gue denger lo suka sama gue?" Raka menyeringai, melangkah maju satu langkah lagi sampai punggung Vanya benar-benar menempel pada pagar kayu jembatan.
"Ih, kok kamu jadi tahu duluan sih?" gerutu Vanya dengan bibir sedikit mengerucut. "Harusnya nggak kayak gini ketahuannya! Aku kan maunya nanti kalau misalkan emang waktunya udah pas, bukan yang tiba-tiba kayak gini."
"Lo... nggak takut sama gue, Nya?" tanya Raka lagi, kali ini suaranya lebih rendah. "Lo tahu sendiri reputasi gue di sekolah kayak gimana. Gue ini tukang mainin cewek, lho."