Family
5 stories
Crazy (End) by BananaPancake_099
BananaPancake_099
  • WpView
    Reads 428,283
  • WpVote
    Votes 40,311
  • WpPart
    Parts 30
Memasuki sebuah novel, sudah terdengar gila. Apalagi kalau memiliki keluarga angkat yang gila? Itu yang terjadi pada Vio, dimana ia memasuki sebuah novel yang isinya bukan orang-orang normal. Tetapi bukan itu masalahnya! Vio harus menyamar menjadi laki-laki dan tidak ada yang boleh mengetahuinya, terutama kakak angkatnya sendiri-Kaleo. *** NOTBL!!!
Bereinkarnasi Di Dunia TenSura by CiwaaAwa
CiwaaAwa
  • WpView
    Reads 6,645
  • WpVote
    Votes 536
  • WpPart
    Parts 12
"Kenapa mereka tidak menginginkan ku" 'KAU ITU ANAK YANG TIDAK DIINGINKAN' "Kenapa mereka membenci ku" 'KAU ITU MEMBAWA SIAL BAGI SEMUA ORANG' "Kenapa mereka menghianati ku" 'KAU ITU TIDAK BERGUNA' "Kenapa aku masih saja percaya pada mereka" 'Yosh. Sekarang kita teman' "Kenapa aku selalu memakai topeng" 'Oh, itu agar orang lain tidak bisa menebak diriku' "Kenapa aku tidak melepaskan topengku?" 'Karena rasanya nyaman' "Apakah aku akan dapat seseorang orang yang benar-benar bisa kupercaya" 'Kau bisa percaya padaku kok Y/N' "Kenapa ini terjadi padaku" Apakah aku kesepian? Apakah aku sedih? Apakah aku takut? Apakah aku ingin... Mendapat yang seharusnya aku dapatkan? Ya. Aku sangat kesepian, tapi tidak seorang pun yang bisa kupercaya untuk kuceritakan masalahku. Aku sungguh sedih, kenapa aku mendapatkan perlakuan seperti itu. Aku sungguh takut, melihat bahwa aku sendirian menjalani hidupku tanpa seorang pun yang tulus disisiku. Aku ingin, seperti mereka. Kenapa aku dibenci oleh semua orang? Bahkan kedua orang tuaku. Kenapa mereka terus saja menghianati dan meninggalkan ku? Meskipun berkali-kali rasanya tetap menyakitkan! Kenapa aku tidak bisa melawan dan tetap mempertahankan topengku. Tapi rasanya nyaman... Namun juga menyakitkan. Aku tidak sebodoh, naif, lugu dan polos itu. Rasanya lucu melihat mereka tertipu oleh Topeng ku yang selalu tersenyum, bersifat ceria dan periang, juga sikap kekanak-kanakan Aku bereinkarnasi menjadi slime di dunia TenSura TenSura#1 Warning ⚠ Typo, OOC, OOT, Drama, Ter-Skip², Gaje, Bahasa Tidak Baku, Bahasa Sedikit Kasar, Bahasa Campur², Up Kadang Cepat Kadang Lambat, Alur Kadang Cepat Kadang Lambat, Kadang² Hiatus, Alur Maksa, Authornya Masih Pemula, Cerita Abal-abal Kemungkinan Cerita Tidak Dilanjutkan dan Dibiarkan. DLL Cerita ini di inspirasi dari cerita @gloryyerinn: New Life As A Slime @Yooo_Dayooo: Rimuru Tempest x Omniverse (Crossover x Fanfic x Anime) S1 & S2
Second Change. [PART 2] by BlueOwl9
BlueOwl9
  • WpView
    Reads 105,904
  • WpVote
    Votes 8,148
  • WpPart
    Parts 65
Kiena beranjak dewasa menjadi Kunoichi yang sangat cantik dan juga sangat kuat. Seluruh warga Desa Konoha mengenali Kiena bahkan Kiena memiliki penggemar. Namun semakin berjalan nya waktu, semakin dekat pula batas waktu yang telah disepakati oleh Dewa dan Kiena. Dan Perang Dunia Shinobi pun akan terjadi. Mampukah Kiena menyelesaikan misi sesungguhnya dengan sukses? Ataukah Kiena tidak sanggup lalu gagal? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? . . . [Kalau langsung nemu ini, baca yang part 1 dulu, judulnya sama Second Change.]
UNDER THE SAME ROOF [END] by Yiusama_
Yiusama_
  • WpView
    Reads 23,768
  • WpVote
    Votes 2,904
  • WpPart
    Parts 54
HATAKE KAKASHI X OC Setting Timeline : Canon © MASASHI KISHIMOTO
Baby Luna by KalycaRose27
KalycaRose27
  • WpView
    Reads 915,818
  • WpVote
    Votes 42,757
  • WpPart
    Parts 42
FOLLOW DULU SEBELUM BACA 🥰 . Hujan rintik turun pelan malam itu, membasahi jalan yang sunyi dan menyalakan kembali lampu kota dalam pantulan yang kabur. Di antara gemerisik air dan aroma tanah basah, sebuah kardus kecil tergeletak sendirian. Di dalamnya, Luna-gadis mungil berusia tiga tahun dengan pipi merah lembut dan topi kucing favoritnya-mengerjapkan mata, mencoba memahami mengapa dunia tiba-tiba terasa begitu sepi. Ia tidak mengerti alasan orang yang ia panggil Mama menurunkannya, membisikkan kata yang tidak ia pahami, lalu pergi tanpa menoleh. Yang Luna tahu hanyalah dinginnya angin yang menembus baju tipisnya, dan suara hujan yang terdengar seperti tangis pelan di sekelilingnya. Ia memeluk lututnya, menggoyang pelan tubuh mungilnya, lalu memanggil dengan suara cadel yang pecah memohon: "Mbi... Bibi... Unna di cinih... takut" Tidak ada jawaban, hanya gemericik hujan. Luna mengintip dari balik kardus, berharap wajah itu kembali. Yang ia temukan hanyalah lampu-lampu jalan yang kabur, seolah ikut menangisinya. Matanya mulai berkaca, tapi ia terlalu kecil untuk tahu cara menangis dengan benar-yang ia lakukan hanyalah menggigit bibirnya agar suaranya tidak terlalu keras. "Eugh... kenapa... di cinih... Una takut cekali?" bisiknya, nyaris tak terdengar. Dan saat dunia seakan berpaling, langkah lembut seseorang mendekat. Sosok itu berhenti, berlutut, dan membuka tutup kardus perlahan-seperti takut membuat gadis kecil itu semakin ketakutan. Di balik lipatan karton basah, mereka menemukan sepasang mata yang begitu polos, begitu patah, tapi masih menyimpan harapan kecil bahwa dunia tidak sepenuhnya jahat. "Dingin ya, sayang... sini... jangan takut." Untuk pertama kalinya malam itu, Luna mengulurkan tangannya. Ini bukan sekadar kisah tentang anak yang dibuang. Ini adalah kisah tentang seorang gadis kecil yang menemukan belasan kepedihan dalam satu malam-namun juga menemukan keajaiban paling hangat saat seseorang memilih untuk berhenti... dan melihatnya.