kisah romansa
2 stories
Roommate With Benefits by salsaanh
salsaanh
  • WpView
    Reads 9,335,041
  • WpVote
    Votes 351,223
  • WpPart
    Parts 55
⚠︎18+//mention of kissing!!! "Let's start our kiss contract." Sahla Imelda mengira bahwa pertemuannya dengan cowok yang tak sengaja dia cium akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir. Namun apa boleh buat, takdir berkata lain. Sahla dipertemukan kembali dengan cowok itu dan lebih sialnya lagi, Sahla harus tinggal satu atap dengan Aarav Ervanno Agantara ketua Band salah satu Fakultas di Kampusnya. Tak mudah bagi Aarav untuk menerima Sahla tinggal di Apartemennya. Oleh karena itu, Aarav memanfaatkan situasi dimana cewek yang sama sekali tak dia kenal tiba-tiba menciumnya. Aarav akan menawarkan sebuah kesepakatan yang tentu sangat menarik. Agar bisa tinggal di Apartemen Aarav, Sahla harus menerima sebuah kontrak yang dibuat Aarav. Yaitu, Kiss Contract. "Gue gak mau lanjutin kontrak itu." "Kenapa?" "Gue baper, sialan." _________ Yang suka konflik ringan boleh merapat, tapi yang dibawah umur dilarang merapat! Kalau keterusan baca siap-siap baper:D Cover by Pinterest © salsaanh
Nala dan Mas Juragan by jenoya____
jenoya____
  • WpView
    Reads 1,576,923
  • WpVote
    Votes 90,526
  • WpPart
    Parts 58
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.