Buku bacaanku
6 stories
NATARAJA OPERATION by mayaozora08
mayaozora08
  • WpView
    Reads 9,714
  • WpVote
    Votes 1,096
  • WpPart
    Parts 37
Misi yang diberikan atasannya membuat Sarasvati Narendra bertanya-tanya. Kenapa hanya dirinya sendiri yang harus menyelesaikan misi mahapenting ini? Belum juga menemukan jawaban, ia malah terlempar ke era sebelum Majapahit terbentuk. Berada di tengah peperangan membuat insting bertahan hidupnya meningkat ke seratus poin. Peperangan yang biasa ia lalui dengan senjata modern, kini kembali ke pedang dan tombak. Apakah Saras bisa bertahan? Sebenarnya apa tujuan Sang Hyang Widhi mengirimnya ke sini? Saras pun masih berusaha menemukan jawabannya.
Puisi Filsafat by penyintascorona
penyintascorona
  • WpView
    Reads 7,300
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Parts 15
Hanya celoteh upaya menemu hikmah
Filsafat, Ibu dari Ilmu pengetahuan by HabibAF6
HabibAF6
  • WpView
    Reads 81,295
  • WpVote
    Votes 2,878
  • WpPart
    Parts 54
Pasti kalian tahu kata "Filsafat" atau "Filsuf". Tapi apa kalian tahu arti dari Filsafat? Mari kita bahas (di bawah ini). Filsafat (dari bahasa Yunani φιλοσοφία, philosophia, secara harfiah bermakna "pecinta kebijaksanaan") adalah kajian masalah umum dan mendasar tentang persoalan seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, akal, pikiran, dan bahasa. Istilah ini kemungkinan pertama kali diungkapkan oleh Pythagoras (c. 570-495 SM). Metode yang digunakan dalam filsafat antara lain mengajukan pertanyaan, diskusi kritikal, dialektik, dan presentasi sistematik. Pertanyaan filosofis klasik antara lain: Apakah memungkinkan untuk mengetahui segala sesuatu dan membuktikanya? Apa yang paling nyata? Para filsuf juga mengajukan pertanyaan yang lebih praktis dan konkret seperti: Apakah ada cara terbaik untuk hidup? Apakah lebih baik menjadi adil atau tidak adil (jika seseorang bisa lolos begitu saja) Apakah manusia memiliki kehendak bebas?
Teologi Dialektika by friendly-Boy
friendly-Boy
  • WpView
    Reads 2,423
  • WpVote
    Votes 487
  • WpPart
    Parts 42
Berpikir kritis adalah sebuah kemampuan yang dibutuhkan oleh manusia agar dapat mengembangkan dirinya. Namun Bagaimana bila seseorang berpikir kritis mengenai agama dan eksistensi Tuhan? Apakah pemikiran kritisnya akan membuat iman manusia itu makin kuat mengenai keberadaan Tuhan, atau justru membuat manusia itu tidak mempercayai keberadaan Tuhan? Muhammad Fajar Malik, seorang remaja yang memilih untuk menjadi seorang nihilis dan skeptis terhadap berbagai hal, termasuk agama dan eksistensi Tuhan, menjalani hidupnya di negara Indonesia, negara yang mayoritas masyarakatnya terikat erat dengan agama dan kepercayaan pada Tuhan. Kisah masa lalu kelamnya, pembullyan yang ia alami, pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab, membuat dia mempertanyakan mengenai keberadaan Tuhan. Hingga pada suatu hari, dia bertemu dengan seorang siswa pindahan di kelasnya yang bernama Ahmad. Pertemuannya dengan Ahmad inilah yang merubah takdir hidupnya. Melalui Ahmad, dia bisa mengenal dan memahami mengenai sang pencipta alam semesta. Seperti Apakah perjalanan spiritual Fajar dalam mengenal Tuhan? Temukan dalam cerita Teologi Dialektika. "Tuhan itu sama kayak hantu, sama-sama nggak ada." Muhammad Fajar Malik. "jangan terlalu materialis dalam memandang dunia, coba lihat dari sudut pandang yang berbeda." Ahmad Fauzi Rabbani. Peristiwa, nama, tempat, semuanya murni karangan author. Jika terdapat kesamaan di real live, Itu adalah sebuah kebetulan dan bukan kesengajaan. Mohon untuk tidak mempelagiat cerita ini, karena setiap orang memiliki kemampuan untuk berimajinasi dan membuat ceritanya sendiri. Hargai kerja keras author yang sudah membuat cerita ini dan hargailah kemampuan diri sendiri dalam mengarang cerita. Percaya diri lah dengan kemampuanmu, karena kemampuanmu dapat menciptakan karya yang berharga.
Ilmu Sastra by karyasastraku
karyasastraku
  • WpView
    Reads 365,161
  • WpVote
    Votes 12,225
  • WpPart
    Parts 100
Segalanya tentang sastra Resapi Pelajari Materi diambil dari beberapa sumber
Catatan Seorang Pemikir by Lifyusufs
Lifyusufs
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
Di sebuah kampung sunyi, seorang anak berusia 8 tahun bertanya hal yang tak biasa: Tuhan sedang apa? Dari jam matahari yang ia rakit sendiri hingga kitab-kitab tua yang ia baca diam-diam, Yusuf bukan mencari kebenaran yang diajarkan, tapi kebenaran yang dipertanyakan. Buku ini bukan tentang jawaban, tapi keberanian untuk bertanya. Tentang seorang anak yang berpikir terlalu dalam di usia terlalu muda, dan tentang masyarakat yang lebih suka diam daripada berpikir.