soewoeng
- Reads 41,098
- Votes 3,226
- Parts 25
Heeseung tidak pernah menyangka, perhatian seorang guru muda di sekolahnya terasa begitu menghanyutkan.
Pak Sunghoon. Dia muda, tenang, rapi, dan berwibawa. Sosok itu memiliki daya tarik yang sulit dijelaskan. Cara bicaranya lembut, tatapannya terlalu memahami, seolah ia mengenal Heeseung lebih dalam daripada siapa pun.
Awalnya hanya komentar kecil dan pujian tipis di sela pelajaran. Lalu tatapan yang bertahan terlalu lama, ruang kelas yang sengaja dikunci, percakapan yang terlalu pribadi, hingga sentuhan ringan yang terasa ambigu.
Perlahan, perhatian itu berubah menjadi sesuatu yang lebih menyesakkan. Sunghoon tau cara menyusun tiap kata-katanya mampu membuat Heeseung merasa spesial, dipilih, dan dibutuhkan. Setiap senyum dan kehadirannya terasa seperti jebakan yang dibungkus kelembutan.
Dan ketika satu per satu siswa mulai menghilang, Heeseung akhirnya sadar. Obsesi Sunghoon bukan tentang kasih sayang. Melainkan sesuatu yang lain.
Itu tentang kepemilikan.
Di mata Sunghoon, cinta bukan perasaan.
Cinta adalah kendali.
Dan Heeseung sudah terlalu dekat untuk pergi.