matypee
- Reads 162
- Votes 48
- Parts 11
Ini bukan prolog!
.
.
.
.
.
"We Never Promise, But Always Come Home"
.
(James x Sheii)
.
Genre: Childhood friends, Slow burn, character growth, slice of life.
R13 +
.
.
.
.
Sheii adalah anak yang tidak pernah bisa duduk diam.
Sejak kecil, lututnya selalu penuh luka, bajunya jarang bersih, dan suaranya hampir selalu terdengar lebih keras dari anak-anak lain di lingkungan itu. Ia berlari lebih cepat, tertawa lebih keras, dan menangis lebih heboh. Orang-orang sering berkata, "Anak ini terlalu liar." Tapi Sheii tidak pernah mengerti apa arti liar-yang ia tahu hanyalah dunia terlalu menarik untuk dilewatkan.
Di sisi lain gang sempit itu, ada James.
James adalah kebalikan dari Sheii. Tubuhnya lumayan tinggi untuk anak seumurannya, posturnya selalu rapi, dan matanya lebih sering tertunduk menatap buku daripada memandang dunia. Ia jarang bicara, jarang tertawa, dan tidak pernah ikut berlarian. Saat anak-anak lain bermain kejar-kejaran, James duduk di teras rumahnya dengan buku cerita di pangkuan.
Dan setiap sore, Sheii selalu datang.
"James!" teriaknya sambil berhenti mendadak di depan rumah itu. "Main yuk!"
James mengangkat wajahnya perlahan. "Nanti."
"Kenapa nanti?" Sheii mendekat, mencondongkan tubuhnya ke arah buku yang sedang dibaca James. "Main sekarang aja. Aku nemu belalang gede banget!"
James menutup bukunya sebentar. "Aku mau selesaiin ini dulu."
Sheii mendengus kesal. "Buku lagi, buku lagi. Kamu tuh aneh."
James tidak membalas. Ia hanya membuka kembali bukunya, seolah dunia di sekitarnya tidak terlalu penting.
Sheii sering mengira James cuek. Terlalu cuek. Terlalu dingin. Tapi entah kenapa, meski ditolak berkali-kali, ia tetap datang setiap hari.
Dan James... tidak pernah benar-benar menyuruhnya pergi.
.
.
.
.
Cerita ini hanya seperti Oneshoot yang mungkin(?) Sedikit berChapter...(?) Yaa gtulah pokoknya, jangan berharap lebih🙂