RonadiaElok
- Reads 113,624
- Votes 6,377
- Parts 35
Djanaka lahir di tengah keluarga yang namanya diagungkan di kota. Nama yang sebagai jaminan kehormatan, namun bagi Naka, nama itu hanyalah beban yang tak punya tempat bersandar. Di rumah megah itu, kasih sayang ternyata memiliki standar yang kejam. Karena ia dianggap "berbeda"-mungkin karena fisik, mungkin karena pembawaannya-ia menjadi orang asing di bawah atap yang sama. Di saat saudara-saudaranya yang lain dipeluk dengan hangat, Naka justru diasingkan dalam keramaian.
Pada usia empat tahun, saat anak-anak sebayanya baru belajar mengeja warna, Naka sudah dipaksa fasih mengeja kerasnya kehidupan. la adalah ironi yang berjalan. Ayahnya adalah orang berada, namun Naka adalah jiwa yang terlantar.
Naka itu beda, jika kakak-kakaknya memanggil orang tua mereka dengan sebutan daddy dan mommy jika naka lebih suka memanggilnya dengan ayah bunda.