IntanSyahf
Larissa terbiasa dengan kesepian.
Ia hidup di tengah keramaian-di lobby gedung tinggi, menyapa ratusan orang setiap hari-namun tak satu pun benar-benar tinggal. Hidupnya rapi, tenang, dan berjalan tanpa banyak suara. Tidak bahagia, tapi juga tidak hancur. Ia pikir, itu sudah cukup.
Bima terbiasa terlihat utuh.
Pekerjaannya mapan, keluarganya hangat, tunangannya mencintainya dengan cara yang sempurna. Semua orang mengira hidupnya berjalan sesuai rencana. Padahal, di balik senyum dan keramaian, ia diam-diam lelah. Terlalu banyak suara. Terlalu sedikit ruang untuk bernapas.
Aryn percaya pada masa depan.
Ia mencintai dengan penuh keyakinan, tanpa curiga, tanpa ragu. Hidupnya terasa ringan karena ia selalu percaya segalanya akan baik-baik saja-sampai suatu hari, kebenaran datang tanpa peringatan.
Tidak ada yang berniat menjadi jahat.
Tidak ada yang merencanakan pengkhianatan.
Yang ada hanya manusia-manusia kesepian yang bertemu di hening yang salah-hening yang terasa seperti pulang, tapi ternyata bukan tempat untuk tinggal.
Hening yang Salah adalah kisah tentang perselingkuhan tanpa glorifikasi, cinta tanpa kepemilikan, dan pilihan-pilihan sunyi yang mengubah hidup selamanya.
Bukan tentang siapa yang paling bersalah, tapi tentang bagaimana semua orang akhirnya harus berani jujur-meski harus sendirian.