Dhafin fam
2 verhalen
Forget me Not door Karuni01
Karuni01
  • WpView
    reads 620
  • WpVote
    Stemmen 47
  • WpPart
    Delen 7
Dhami tersenyum, "Waktu benar-benar semisterius itu, ya?" "Dham, kenapa jadinya sejauh ini?" Kiara tersenyum sambil menggenggam seikat bunga forget-me-not, di tengah orang-orang yang sedang menangisi Dhami. Ia sendiri bingung kenapa, apakah sedih dan sakit hatinya masih kurang untuk membuat air matanya keluar? Atau justru karena terlalu sakit hingga membuat perasaannya langsung mati.
Someday. door Karuni01
Karuni01
  • WpView
    reads 137,128
  • WpVote
    Stemmen 15,020
  • WpPart
    Delen 32
Dhafin Ibrahim, 17 tahun, hobi bermain basket. Dhafin tidak pernah menyangka sebelumnya, jika nasibnya setahun terakhir ini akan menjadi seperti olahraga favoritnya. Menjadi rebutan antara ayah dan ibunya. Senin- jum'at dia akan tinggal bersama ibunya sedangkan sabtu & minggu dia akan tinggal bersama ayahnya. Tetapi Dhafin yakin satu hari nanti akan ada hari di mana dia akan menghabiskan waktu dengan ayah dan ibunya.