sapakek
- Reads 3,712
- Votes 420
- Parts 27
Tujuh bersaudara tumbuh dalam satu rumah yang penuh pertengkaran dan pengkhianatan. Orang tua yang seharusnya melindungi justru saling melukai, membuat rumah kehilangan maknanya sebagai tempat pulang. Di tengah kekacauan itu, mereka hanya bisa bergantung satu sama lain.
Sebagian dari mereka mengambil peran orang dewasa terlalu cepat bekerja, mengurus rumah, menyiapkan makan, dan menyembunyikan sakit demi menjaga adik-adiknya tetap baik-baik saja. Ada yang berprestasi namun ditekan dan dibenci, ada yang memilih diam dan memendam segalanya, serta ada yang rapuh dan mudah sakit karena terus berada di tengah konflik.
Di antara mereka, satu anak menjadi pelampiasan amarah, menanggung kekerasan namun tetap menyimpan mimpi dan bakat yang tak pernah dihargai. Sementara yang paling kecil hidup dalam ketakutan, menyaksikan luka yang seharusnya tak perlu ia lihat. Ini adalah kisah tentang anak-anak baik yang dipaksa dewasa terlalu cepat, dan cinta saudara yang menjadi satu-satunya alasan untuk bertahan.