louisays
- Reads 12,467
- Votes 1,236
- Parts 45
Touchlight not Torchlight.
Sejak kehilangan penglihatan, dunia Tasneem terasa semakin sempit. Setiap langkah perlu berhati-hati, setiap keputusan penuh keraguan. Dia tak pernah sangka hidupnya akan berubah sekelip mata.
"Saya minta maaf... saya asyik menyusahkan awak."
"Tak pernah sekali pun aku anggap kau beban, Tasneem."
Bagi Ukail, membantu Tasneem bukan satu tanggungjawab. Ia sesuatu yang dia lakukan dengan rela hati, tanpa mengeluh, tanpa meminta balasan.
Dia yang sentiasa ada ketika Tasneem hampir jatuh.
Dia yang mengingatkan setiap langkah.
Dan dia juga yang perlahan-lahan mengajar Tasneem untuk percaya semula pada dirinya sendiri.
"Pelan-pelan Tasneem.... ikut suara aku. Aku ada dekat sini."
Namun bagi Tasneem, kehadiran Ukail kadang-kadang terasa seperti hutang yang tak mampu dibayar.
Semakin dia bergantung, semakin dia takut satu hari nanti... lelaki itu akan pergi.
"Saya cuma takut... satu hari nanti awak penat dengan saya."
Kisah dua insan yang dipertemukan dalam keadaan yang tak sempurna. Seorang yang sentiasa memberi tanpa mengira apa yang dia simpan sendiri. Dan seorang lagi yang belajar bangkit, walaupun hatinya penuh luka.
Kadang-kadang, orang yang paling kita harapkan... juga orang yang paling kita tak sanggup kehilangan.
"Kalau kau jumpa cahaya nanti,
jangan cari aku di situ.
Aku ada dalam cara kau melihat dunia."
🌠🌠🌠
To my consistent voters...
i see you & i appreciate you so much 🫶🏻
[DON'T COPY OR PLAGIARIZE MY WORK 😠]