SalmaStylinson2346
- Leituras 3,470
- Votos 1,589
- Capítulos 23
Perjalanan waktu, Mahawira Warupati Sanjaya berkelana mencari cinta-layaknya Arjuna, sang buaya darat dalam romantisme pewayangan hidupnya. Ditarik oleh dua jiwa yang memperebutkannya, tinggallah ia seorang diri, memeluk raganya sendiri. Apa yang harus diperolehnya? Obat penyembuh luka-luka psikisnya. Ia mencari, dalam dahaga: apa artinya sebuah pengakuan kepada seseorang?
Kilas balik masa pertemuannya dengan satu gadis, satu wanita yang agung: Sundari Senotedjo Kusumawardani. Ia terlahir dari kemurnian jiwa, ruhnya diwarisi ribuan doa-hingga sejengkal tanah seakan tunduk gugur di hadapannya. Ia memaknai hidup Mahawira yang kembali bersemi; ada percikan api asmara membasahi kalbunya, menghapus musnah, memudarkan rasa sepinya. Seperti embun pagi di pura yang jatuh ke telaga, beningnya menenteramkan kekelaman di dada Mahawira.
Ketidakberdayaan atas waktu dan jarak yang memisahkan raga: Mahawira dan Sundari terpisah jauh, Pulau Bali dan Tanah Sunda. Tidak mungkin bisa bertemu secepat kilat-mereka bukanlah dewa-dewi, tetapi manusia biasa yang punya lara dan kelemahan. Di antara gemericik tirta suci dan helaan angin di pesisir Sanur yang ia titipkan pada ombak, hingga derak kenangan di angkringan Tanah Sunda yang ia jaga, perpisahan menjadi akhir segalanya.
Terkungkung dalam lingkaran penyesalan, menuruti insting ego alaminya, tanpa menyadari tak ada kata pemulihan waktu. Mahawira terlunta-lunta mencari makna, mencari arti tirta kehidupan. Ia menunggu
jawaban di antara sepi candi dan wanginya dupa yang tak kunjung menamainya pulang. Hingga semesta angkat tangan, sebab pada dasarnya sang wayang-wayang yang hidup mampu mengubah garis takdirnya-asal ia berani ngaturang bakti pada luka sendiri, bukan sekadar memeluknya.
Romance Comedy-Angst
©2026