read with heart 2026 💌
3 stories
STROBERI DAN KOPI by Calamummeum
Calamummeum
  • WpView
    Reads 3,004,363
  • WpVote
    Votes 223,361
  • WpPart
    Parts 58
[Season kedua dari : Do you remember your first cup of coffee] Bahwasanya setelah patah dan hancur lebur bersama kehilangan bertubi-tubi yang ia rasakan di masa lalu, sebuah luka amat besar masih menghuni hatinya. Medhya sadar bahwa hatinya tak siap menerima lelaki lain hingga ia menolak lamaran Akbarra Hadinata, yang bertahun-tahun menunggunya dengan sabar. Lalu, bagaimana bisa insiden penolakan itu justru berujung dengan pertemuan yang tidak terduga? Medhya tidak tahu, ini disebut karma atau kutukan. Yang manapun itu, sama-sama tidak menyenangkan. Sebab, ketika masa lalu yang menyedihkan itu datang, satu persatu luka Medhya yang telah sembuh kembali berlubang. Semuanya berantakan. Pertanyaannya, jika dulu lelaki itu menghancurkannya sedemikian rupa, apakah kali ini ia mampu menebus kesalahannya ; seperti apa yang ia janjikan? Atau justru, Medhya akan hancur lagi, lebih parah dari empat tahun lalu? "Sudah cukup main-mainnya. Sekarang, saatnya kamu kembali denganku, Zaline." Sialnya, Medhya masih berdebar-debar ketika menatap matanya yang kebiruan. Hati Medhya masih mendamba lelaki itu dengan sangat. Petaka. Benar-benar petaka. ❗Warning : bab 57-60 sudah dihapus. Bisa dibaca di karyakarsa jika berkenan. Terimakasih 🙏
Do you remember your first cup of coffee? by Calamummeum
Calamummeum
  • WpView
    Reads 1,836,599
  • WpVote
    Votes 169,254
  • WpPart
    Parts 57
[SELESAI] "Lo ngomong langsung ke dia?" Medhya mengangguk mantap. "Bilang kalau lo suka sama dia?" Ia mengangguk lagi. "Yang lo maksud itu, Ginan Satyatama yang ada dipikiran gue, kan?" Medhya menyerngit. "Memang, ada berapa Ginan Satyatama di kantor kamu?" Gadis itu balik bertanya. "Ya ... satu, sih." Sang teman garuk-garuk kepala. "Maksud gue. Elo ini ..." ia mengangkat telunjuk kearah pelipis, memutar-mutarnya dengan perlahan. "... sinting?" Medhya menggeleng santai. "Aku waras. Seenggaknya, sampai detik ini, masih." Sang teman menghela napas panjang. "Pantesan tiap papasan, dia selalu ngelihat gue kayak ngelihat tai kucing. Ternyata ini semua gara-gara elo." Medhya nyengir. "Terus gimana lagi sekarang?" Adinda bertanya lagi. Ia mendekat pada Medhya yang kini bersandar di kursi ruang tengah kontrakan. "Nyerah?" Medhya langsung menoleh. "Mana mungkin," ujarnya pendek, senyum-senyum. "Dia nggak nolak aku. Kenapa aku harus menyerah?" Betul. Ginan Satyatama tak pernah menolaknya. Saat mendengar pengakuannya, lelaki itu hanya menatapnya datar, lalu mengatakan beberapa kalimat yang tidak mengandung sedikitpun penolakan. Itu artinya, kesempatan Medhya masih terbuka lebar. Masih banyak hari yang tersedia untuk menyatakan kembali perasaannya pada Ginan Satyatama. Jadi, bagaimana bisa Medhya menyerah kalau kisah mereka bahkan belum dimulai sama sekali?
Date Me Anyway by killmill77
killmill77
  • WpView
    Reads 1,921,129
  • WpVote
    Votes 182,814
  • WpPart
    Parts 73
Lala mengenal Libra sebagai gitaris band kampus sekaligus kakak tingkatnya yang tampan dan terkenal, serta memiliki banyak penggemar. Kemudian, teman-temannya bilang kalau Libra menyukai Lala dan sering memerhatikannya diam-diam. Berkenaan dengan hal itu, Lala pun merasa dirinya juga menyukai Libra. Didukung oleh teman-temannya untuk menyatakan perasaan, Lala akhirnya benar-benar mengajak Libra berpacaran. *** Libra tak menyukai Lala. Kenal pun tidak. Namun ia kesal karena Lala terlalu mudah dibodohi, dan makin marah saat orang-orang yang membodohi Lala malah menyeret Libra ke dalam rencana mereka. Saat Lala dijebak untuk menyatakan cinta padanya di depan umum, Libra memilih menyelamatkannya dengan menerima gadis itu. Meski, lelaki itu menyesal setengah mati setelahnya. Selain Lala bukanlah tipenya, segala rencana berkencan yang Lala susun membuat Libra pusing tujuh keliling. Baiklah, Libra akan bertahan sebulan. Dia akan mencari cara supaya Lala memutuskannya dan Libra bisa kembali ke kehidupannya yang tenang.