We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
2026
16 stories
Cegil Merah Jambu by penuliscegil
penuliscegil
  • WpView
    Reads 5,190,645
  • WpVote
    Votes 251,112
  • WpPart
    Parts 49
CEGIL SERIES I Niskala Cakraningrat, pria muda pewaris perusahaan media terbesar di negeri ini. Dalam usia 31 tahun, ia telah menjadi wajah publik, simbol kesuksesan, dan misteri yang tak terpecahkan. Dingin, logis, dan terlalu fokus pada ambisi. Ia tidak pernah mencari cinta, apalagi memercayainya. Tapi satu gosip murahan tentang orientasi seksualnya-cukup untuk membuat keluarganya cemas dan memaksanya menikah. Hazzel Jenaka, wanita dengan rambut merah jambu dan prinsip hidup praktis: cinta bisa belakangan, yang penting hidup terjamin duluan. Menikahi Niskala adalah langkah cerdas-suaminya kaya, tampan, dan cukup populer untuk membuat Vivian, saingan abadinya, gigit jari sampai mimisan. Dua orang, dua kepentingan, satu atap. Tak ada janji manis. Tak ada cinta. Tapi... bagaimana jika perasaan yang katanya bisa belakangan itu, justru datang lebih dulu? Sebuah kisah tentang pernikahan tanpa cinta, persaingan diam-diam, dan kejutan-kejutan kecil yang tak pernah direncanakan. 18+ Rank 3 #perjodohan🏅 (1/8/25) Rank 1 #wattpadrecomendation (2/8/25) Rank 1# Marriagelife (4/8/25) Rank 1 # Marriage (5/8/25) Rank 2 #pernikahan (3/9/25) Rank 2 #Indonesia (4/9/25) Rank 1 #wattys (4/9/25)
The Dateline [END] by saturnspecies
saturnspecies
  • WpView
    Reads 1,407,182
  • WpVote
    Votes 124,889
  • WpPart
    Parts 63
Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game. Deadline yang tidak masuk akal, revisi, presentasi, membuat copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya sih, aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan. Gilbran Mahesa. Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim kreatif dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang. Dia mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga. Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan? ⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin. Cover edited by canva and procreate First published: October 4th 2025
Bapak Rumah Tangga [SELESAI ✅] by saupeena
saupeena
  • WpView
    Reads 467,519
  • WpVote
    Votes 38,834
  • WpPart
    Parts 39
"Mas Sakti, mau nikah sama aku aja, nggak?" Kinan tak menyangka tawaran spontan di stasiun itu mengantarnya ke pelaminan bersama Pancasakti Arya Soeradji, teman kakaknya yang matang, mapan, rupawan, tapi susah banget diajak ngomongin perasaan. Kinan pikir nikah sama orang yang sudah dikenal dari kecil bakal gampang. Tapi ternyata, berbagi atap dengan manusia berkedok kulkas dua pintu itu bikin kepala panas. Kinan banyak maunya. Sakti banyak diamnya. Kinan tumbuh dalam keluarga egaliter. Sakti kadung terbiasa dengan keluarga yang amat sangat mendewakan peran suami. Saat komitmen diuji oleh pembagian peran yang tak sesuai ekspektasi dan standar sosial, mampukah rumah tangga yang dibangun dari dua prinsip bertolak belakang itu bertahan lama?
Balik Kanan Jatuh Cinta by zyourwrite
zyourwrite
  • WpView
    Reads 1,958,374
  • WpVote
    Votes 148,922
  • WpPart
    Parts 55
Bagi Mia hidup sebagai perempuan dewasa di negara ini adalah sebuah kutukan. Pasalnya, banyak sekali tuntutan dan standar yang harus dipenuhi untuk bisa dikatakan sebagai perempuan yang berhasil. Standar paling gila yang pernah Mia dengar adalah tentang 'Perempuan harus menikah dan memiliki pasangan sebelum umur 30 tahun'. Sebab, jika belum juga laku di umur 30 akan sulit mendapat pasangan karna dianggap sudah terlalu tua. Lalu apa kabar dengan Mia yang tahun depan sudah menginjak usia keramat itu? rasanya Mia sudah muak dan ingin lari saja sebab hampir disetiap pertemuan dan pembicaraan semua orang selalu bertanya padanya tentang 'kapan nikah?' atau 'mana calonnya?'. Asal kalian tahu, Mia itu sudah hopeless dalam hal percintaan. Dia yakin sekali dirinya tidak ditakdirkan untuk genre-genre romansa. Tidak masalah, Mia juga tidak berminat dan dia ikhlas jika nanti mati dalam keadaan perawan. Ya, setidaknya itulah prinsip yang dia pegang sebelum akhirnya diacak-acak seorang Mahatma Gie atasannya yang entah punya dendam kesumat apa dengan Mia.
Call It A Day! [Segera Terbit] by silverkuinn
silverkuinn
  • WpView
    Reads 973,030
  • WpVote
    Votes 97,098
  • WpPart
    Parts 38
Yang Minar inginkan cuma satu, yaitu memiliki keluarga. Demi mengambil hati calon mertua, ia sampai rela menanggalkan karier mentereng di perusahaan KAP Big 4 dan banting setir menjadi ASN. Namun, bukannya lanjut menikah, hubungan Minar dengan pacarnya malah merenggang. Belum lagi niat merekatkan hubungan kembali harus kandas tatkala dia ditempatkan di sebuah kota kecil bernama Parepare. "Parepare itu di Jawa, kan? Yang ada Kampung Inggrisnya?" "Itu mah Pare. Parepare itu ... adanya di Sulawesi Selatan!" Sepertinya, Minar harus mencari cara untuk kembali!
SECOND TASTE by penuliscegil
penuliscegil
  • WpView
    Reads 3,487,867
  • WpVote
    Votes 205,718
  • WpPart
    Parts 47
Tiga tahun setelah kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya, Maharadja Dirgantara hidup dalam batas yang telah ia ciptakan sendiri. Pria itu berhenti menyetir, dan berhenti membuka ruang untuk siapapun, terutama permpuan. Sampai seorang gadis yang dipanggil "Tachi" masuk ke hidup anak-anaknya, dan perlahan berhasil mengacaukan semuanya. Namun, ada satu hal yang membuat semuanya salah; Sachi adalah calon istri sepupunya sendiri. Dan kali ini, Maharadja harus memilih; menahan diri atau kehilangan lagi?
STROBERI DAN KOPI by Calamummeum
Calamummeum
  • WpView
    Reads 3,178,252
  • WpVote
    Votes 231,425
  • WpPart
    Parts 58
[Season kedua dari : Do you remember your first cup of coffee] Bahwasanya setelah patah dan hancur lebur bersama kehilangan bertubi-tubi yang ia rasakan di masa lalu, sebuah luka amat besar masih menghuni hatinya. Medhya sadar bahwa hatinya tak siap menerima lelaki lain hingga ia menolak lamaran Akbarra Hadinata, yang bertahun-tahun menunggunya dengan sabar. Lalu, bagaimana bisa insiden penolakan itu justru berujung dengan pertemuan yang tidak terduga? Medhya tidak tahu, ini disebut karma atau kutukan. Yang manapun itu, sama-sama tidak menyenangkan. Sebab, ketika masa lalu yang menyedihkan itu datang, satu persatu luka Medhya yang telah sembuh kembali berlubang. Semuanya berantakan. Pertanyaannya, jika dulu lelaki itu menghancurkannya sedemikian rupa, apakah kali ini ia mampu menebus kesalahannya ; seperti apa yang ia janjikan? Atau justru, Medhya akan hancur lagi, lebih parah dari empat tahun lalu? "Sudah cukup main-mainnya. Sekarang, saatnya kamu kembali denganku, Zaline." Sialnya, Medhya masih berdebar-debar ketika menatap matanya yang kebiruan. Hati Medhya masih mendamba lelaki itu dengan sangat. Petaka. Benar-benar petaka. ❗Warning : bab 57-60 sudah dihapus. Bisa dibaca di karyakarsa jika berkenan. Terimakasih 🙏
Do you remember your first cup of coffee? by Calamummeum
Calamummeum
  • WpView
    Reads 1,989,690
  • WpVote
    Votes 176,954
  • WpPart
    Parts 57
[SELESAI] "Lo ngomong langsung ke dia?" Medhya mengangguk mantap. "Bilang kalau lo suka sama dia?" Ia mengangguk lagi. "Yang lo maksud itu, Ginan Satyatama yang ada dipikiran gue, kan?" Medhya menyerngit. "Memang, ada berapa Ginan Satyatama di kantor kamu?" Gadis itu balik bertanya. "Ya ... satu, sih." Sang teman garuk-garuk kepala. "Maksud gue. Elo ini ..." ia mengangkat telunjuk kearah pelipis, memutar-mutarnya dengan perlahan. "... sinting?" Medhya menggeleng santai. "Aku waras. Seenggaknya, sampai detik ini, masih." Sang teman menghela napas panjang. "Pantesan tiap papasan, dia selalu ngelihat gue kayak ngelihat tai kucing. Ternyata ini semua gara-gara elo." Medhya nyengir. "Terus gimana lagi sekarang?" Adinda bertanya lagi. Ia mendekat pada Medhya yang kini bersandar di kursi ruang tengah kontrakan. "Nyerah?" Medhya langsung menoleh. "Mana mungkin," ujarnya pendek, senyum-senyum. "Dia nggak nolak aku. Kenapa aku harus menyerah?" Betul. Ginan Satyatama tak pernah menolaknya. Saat mendengar pengakuannya, lelaki itu hanya menatapnya datar, lalu mengatakan beberapa kalimat yang tidak mengandung sedikitpun penolakan. Itu artinya, kesempatan Medhya masih terbuka lebar. Masih banyak hari yang tersedia untuk menyatakan kembali perasaannya pada Ginan Satyatama. Jadi, bagaimana bisa Medhya menyerah kalau kisah mereka bahkan belum dimulai sama sekali?
The Coffee After Morning by madamekaii
madamekaii
  • WpView
    Reads 13,123,271
  • WpVote
    Votes 903,345
  • WpPart
    Parts 73
Bagi Mika, Aksara adalah dompet berjalan. Sementara bagi Aksara, Mika adalah kekacauan. Mulanya pernikahan mereka hanya sederhana, tanpa cinta, tanpa janji manis, hanya kesepakatan di atas kertas. Aksara yang terlalu logis untuk memercayai perasaan. Sementara Mika yang terlalu manja untuk benar-benar peduli pada cinta. Sampai segalanya mulai bertabrakan. Surat kontrak yang rasanya ingin Mika musnahkan, juga perasaan tak masuk akal yang coba Aksara sangkal. Mika mencoba percaya bahwa kehilangan Aksara adalah kehilangan harta karunnya. Sementara Aksara, mencoba sekerasnya tidak menghendaki Mika masuk lebih dalam ke dalam hidupnya.
Sumilir [Selesai | Lengkap] by choocopurplee
choocopurplee
  • WpView
    Reads 3,079,614
  • WpVote
    Votes 219,011
  • WpPart
    Parts 57
[Cerita ini minim konflik dan aku tujukan agar kalian terhibur dengan romansa desa yang sederhana] Areksa Mahendra, Mas-Mas Jawa yang berprofesi sebagai petani di desa itu harus mengalami kejadian naas di umurnya yang sedang semangat dalam menggarap bisnis dan sawahnya. Satu tahun lalu ia harus menjadi korban tabrakan dari seorang pengemudi mabuk. Kaki kirinya patah dan harus menjalani serangkaian operasi. Bahkan setelah semua operasi ia jalani, ia masih tetap belum bisa menggunakan kaki kirinya seperti sedia kala dan harus menggunakan kursi roda. Anindya Nasywa Ayudisha, perempuan yang baru saja mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Tidak seperti orang lain yang memilih melanjutkan hidupnya di tengah gemerlap kota besar seperti Jakarta, Nindya memilih pulang ke desa. Nindya merasa Jakarta bukanlah tempatnya untuk hidup. Ia tidak menemukan dirinya sendiri di Jakarta. Sebulan di rumah, ia benar-benar menikmati hidupnya, meski menjadi pengangguran tentunya. Nindya mengganti semua waktu yang ia jalani di Jakarta dengan bermain dan hidup sesuka hatinya di desa. Nindya menjadi lebih bersosial daripada ketika di kota. Semua umur, baik laki maupun perempuan bisa Nindya dekati. Terutama, Ibu Ningrum, wanita yang selalu melabeli dirinya sebagai calon mantu bagi anak laki-lakinya yang tak lain adalah Areksa Mahendra.