vinata01
- Reads 10,282
- Votes 1,624
- Parts 69
Bagi Amanda, hidup hanyalah tentang satu misi sederhana, yaitu memastikan Arka, El, dan Aji tetap bisa bermimpi.
Meskipun sering kali perut mereka lebih banyak diisi oleh tawa daripada nasi. Meskipun atap rumah mereka bocor setiap hujan turun. Bagi Amanda, tawa ketiga laki-laki itu adalah satu-satunya alasan ia bertahan.
Namun, garis takdir menyeret Amanda melangkah masuk ke sebuah dunia lain. Dunia dengan aroma kemewahan yang asing, kontras dengan bau tanah basah dan kayu lapuk di rumahnya sendiri. Di sana, ia bertemu dengan mereka yang memiliki segalanya namun kehilangan makna "pulang".
Ini bukan sekadar cerita cinta remaja. Ini tentang janji seorang kakak. Tentang rasa tidak layak seorang adik. Dan tentang rumah yang ternyata tidak selalu berupa bangunan mewah.
Saat rahasia masa lalu mulai meretakkan fondasi yang susah payah mereka bangun, mampukah Amanda tetap menjadi tiang yang kokoh? Atau justru dia yang akan hancur lebih dulu?
"Mbak, kalau kita nggak punya uang, kenapa kita nggak boleh jual mimpi kita aja?" - El.
--- Cover credit: Pinterest