✨️
3 stories
KAGA BERHENTI GAK?! por Karatachidesu
Karatachidesu
  • WpView
    LECTURAS 7,713
  • WpVote
    Votos 2,678
  • WpPart
    Partes 15
"Kaga, berhenti gak?! Kalau sekali lagi lo ngomongin soal mati ...." Sejak dikhianati oleh seseorang yang pernah ditolongnya, Miga tidak ingin lagi berbicara dengan tipe murid yang duduk sedih di pojokan kelas, dan membiarkan murid tersebut terjebak dalam kesepian tak berujung. Namun begitu bertemu Kaga yang saat itu hendak mengakhiri hidup, hati Miga mulai tergerak. Tanpa sadar Miga terus membantu Kaga yang coba-coba cari 'kesempatan'. Bahkan, Miga terus mencemaskan Kaga setiap detiknya. ______________________________ ‼️ Warning: suicidal thoughts. Read with care. Your feelings matter. ______________________________ ©️ Karatachidesu 2024
Nakhoda di Dua Kapal (TAMAT) ✔️ por rindioktta
rindioktta
  • WpView
    LECTURAS 16,500
  • WpVote
    Votos 4,741
  • WpPart
    Partes 61
⚠️ [PART MASIH LENGKAP] ──────────── Kisah ini ditulis pada 5 Oktober 2024 dan selesai 24 Oktober 2025. Ditulis perlahan, disembuhkan pelan-pelan, dan akhirnya menemukan bentuknya sendiri. "Aku yang memilih, tapi tetap kehilangan." ℹ️ versi remaja (15+)
Reruntuhan Kenyataan [End] por Naz_Zhafiri
Naz_Zhafiri
  • WpView
    LECTURAS 2,213
  • WpVote
    Votos 1,235
  • WpPart
    Partes 40
Manusia, gabungan antara fisik dan psikis. Mengharmoni, membentuk seseorang menjadi satu kesatuan yang seimbang. Fisik, atau raga, menjadi hal yang kasat mata dan terlihat. Sedangkan psikis atau jiwa, ia tersimpan dan hanya dapat dirasakan dengan indera abstrak yang disebut kalbu. Jika diibaratkan, jiwa itu seperti sebongkah besi. Bongkahan besi akan dipalu, dibakar, dipukul, dipadatkan, dibentuk, sehingga akhirnya membentuk barang bermanfaat seperti pisau, kuali, paku, bahkan jarum. Dan proses pembentukan itu terjadi sangat keras pada Magi, gadis biasa yang tidak menonjol dari segi apapun. Walaupun petuah mengatakan segala masalah yang dihadapi tidak akan melebihi batas kemampuan seseorang, namun bagaimana mereka mengetahui 'batas kemampuan' masing-masing individu? Apakah setelah melalui segala hal tersebut, Magi bisa 'bermanfaat'? Sementara hasil yang dirasakan oleh Magi hanyalah semakin menipisnya batasan antara kenyataan dan khalayan.