althearali
Emang kenapa sih harus menikah? Emang siapa sih yang menyuruh nikah cepat? Emang nggak bisa aja ya manusia itu sendiri sampai tua?
Danada Citranti, perempuan berusia dua puluh enam tahun itu, terpaksa menerima perjodohan konyol yang dibuat oleh kedua orang tuanya. Masalahnya, Danada sendiri sama sekali tidak punya ketertarikan pada pernikahan.
Namun semua prinsip itu mulai goyah ketika orang tuanya menyodorkan satu nama, lengkap dengan biodata.
Lebih buruknya lagi, laki-laki yang akan dijodohkan dengannya ternyata masuk kriterianya. Pekerjaan mapan. Jabatan bagus. Wajah, ya, cukup menyenangkan untuk dipandang. Usianya tiga puluh empat tahun, sedikit tua, tapi masih bisa ditoleransi.
Di atas kertas, semuanya tampak masuk akal. Masalahnya, sejak kapan hidup Danada mengikuti logika semata?