amiwwluv's Reading List
2 stories
The Dateline [END] by saturnspecies
saturnspecies
  • WpView
    Reads 1,270,116
  • WpVote
    Votes 115,550
  • WpPart
    Parts 63
Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game. Deadline yang tidak masuk akal, revisi, presentasi, membuat copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya sih, aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan. Gilbran Mahesa. Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim kreatif dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang. Dia mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga. Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan? ⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin. Cover edited by canva and procreate First published: October 4th 2025
Pawang Hantu Om Aktor by anyazepha
anyazepha
  • WpView
    Reads 1,195,915
  • WpVote
    Votes 86,106
  • WpPart
    Parts 49
"Saya bayar kamu seratus juta per bulan. Syaratnya cuma satu: jangan pernah lepas tangan saya tiap kali hantu sialan itu datang." Bagi Kanaya (22), pejuang skripsi yang sedang bokek parah dan kabur dari perjodohan klenik keluarganya, tawaran itu adalah jackpot. Bagi Arlan Dewantara (33), megabintang paling angkuh se-Asia Tenggara, sentuhan Naya adalah satu-satunya hal yang membuatnya tidak gila akibat diteror hantu masa lalunya sendiri. Demi menutupi kewarasan Arlan yang di ujung tanduk, sebuah kontrak Double Cover disepakati. Di depan media, Naya adalah asisten pribadi Arlan agar punya alasan logis tinggal satu penthouse. Di depan keluarga Naya, Arlan adalah pacar pura-puranya. Namun, saat genggaman tangan karena ketakutan itu perlahan berubah menjadi pelukan posesif di tengah malam... mampukah mereka bertahan hanya pada selembar kontrak bisnis semata?