tulisan aku di fiksi:
1 story
Ordinary Heaven by akudifiksi
akudifiksi
  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
Bangun dari koma pasca kecelakaan, Akash sadar bahwa ada yang tidak beres dari dirinya. Lebih tepatnya, pikirannya. Apa mungkin juga dengan perasaannya, ya? Yang jelas, pria di pertengahan kepala tiga itu seperti tidak mampu membedakan mana yang benar-benar realitas dan mana yang hanya sekadar halusinasi semata. Ijal bilang, selain efek dari benturan keras di kepala yang membikin dirinya terbaring hampir satu bulan lebih di atas brankar RS hingga menguras tabungan temannya untuk kawin, itu juga barangkali efek dari sederet kegagalan di hidupnya. Seperti gagal menjadi aktor kondang dalam seni teater. Lalu yang paling fatal ialah kegagalan Akash menjadi orangtua. Benar. Berbeda dengan Ijal yang belum kunjung menikah, Akash justru sudah memiliki seorang anak. Anak laki-laki berusia enam belas tahun yang baru-baru ini diserahkannya kepada ibu dari anak itu. Di tengah-tengah kebingungan Akash karena pikirannya yang carut-marut, Bayanaka sekonyong muncul lagi. Disusul dengan seorang perempuan yang akan menempati indekos kosong di sebelah kontrakan mereka. Harusnya Akash senang. Namun, entah kenapa, di sela-sela rasa senang, cemas rupanya tak pernah benar-benar lepas mengungkungnya. Apakah perihal ajalnya yang sudah dekat bukan sebatas halusinasi belaka melainkan sebuah pertanda yang nyata, ya?