lyjenxz
- Membaca 1,373
- Vote 281
- Bab 9
"Tidak sehangat rumahmu," gumamnya.
Halilintar Kael ahli menyembunyikan segalanya,termasuk kesepian itu. Tidak ada yang tahu bahwa setiap malam di kosnya, Ia hanya ditemani oleh rasa sepi dan tubuh yang perlahan melemah.
Hingga Ia mengenal rumah Taufan-tempat yang seharusnya hanya persinggahan biasa, tetapi justru menjadi satu-satunya ruang yang terasa cukup nyaman. Di sana, Halilintar menemukan perhatian yang tidak pernah Ia minta, membuat segalanya berubah menjadi lebih hangat.
Namun kehangatan itu tidak datang tanpa ujian. Ketakutan itu menjadi nyata ketika Halilintar ditemukan pingsan sendirian di dalam kamar kosnya. Tanpa keluarga, tanpa siapa pun, Ia nyaris terkunci rapat dalam sunyi yang selama ini Ia pelihara.
Semuanya berjalan hingga membuat Taufan berpikir, betapa berharganya sosok Halilintar di dalam kehidupannya.
Dan semuanya dimulai, dari hujan deras di sore itu.