pitmpit
- Reads 982
- Votes 117
- Parts 14
Kematian Thania Zafrin kekasih yang begitu dicintainya, membuat Harry Pradipta kehilangan arah.
Dunia yang dulu terasa penuh warna kini berubah menjadi ruang kosong tanpa suara.
Dalam upaya melarikan diri dari luka yang tak kunjung sembuh, ia memutuskan pergi - jauh dari rumah, dari kenangan, dari semua hal yang mengingatkannya pada masa lalu.
Di kota yang ia tinggalkan, ada seseorang yang tak pernah benar-benar lepas memikirkan dirinya. Aqeela Pramanita
Bukan kekasih, bukan keluarga, hanya seseorang yang peduli - yang selalu mengingatnya dalam doa, dalam keheningan, dalam setiap hujan yang turun.
Ia tahu ia tidak punya alasan untuk menunggu, namun tetap saja hatinya bertahan.
Karena bagi Aqeela, terkadang cinta tidak harus dimiliki; cukup diyakini bahwa seseorang di luar sana akan menemukan jalan pulang.
Tahun demi tahun berlalu.
Harry belajar menata hidupnya kembali, tapi di antara setiap langkah yang ia ambil, masih ada satu arah yang tak pernah benar-benar ia tuju: pulang.
Sampai pada suatu hari, di antara rasa bersalah dan rindu yang menua, ia menyadari -
penyembuhan sejati bukan berarti melupakan, melainkan berani kembali pada tempat di mana luka itu pernah dimulai.
Dan kadang, untuk sampai ke sana, yang dibutuhkan hanyalah satu langkah pulang.
---