ChoiBammgyu
- LECTURAS 464
- Votos 57
- Partes 5
Serabut Merah Tuhan. Benang merah, yang akrab disebut takdir, mempertemukan mereka dengan keluarga tak sedarah, memberikan pelajaran hidup yang penuh warna. Kadang manis, kadang pahit, dan kadang asam, seperti rasa permen Nano-Nano yang tak terduga.
"Apa kamu percaya pada takdir?" bisiknya.
"Tidak tahu, tapi aku percaya pada kita yang menentukan sendiri jalan hidup kita."
Tapi, bagaimana jika semuanya sudah diatur? Pertemuan, perpisahan, dan benang merah itu sendiri-apakah semuanya berada dalam satu kendali? Mungkinkah itu masih disebut takdir?".