Andieeni's Reading List
3 stories
Langit Malang Setelah Hujan  by Andieeni
Andieeni
  • WpView
    Reads 622
  • WpVote
    Votes 116
  • WpPart
    Parts 42
Langit Malang Setelah Hujan adalah sebuah kisah coming-of-age yang emosional dan penuh kehangatan, berlatar di sudut-sudut kota Malang yang dingin dan puitis. Cerita ini berpusat pada kehidupan Adrian, seorang remaja yang sedang berada di persimpangan jalan menuju kedewasaan. Di balik pembawaannya yang tenang, Adrian memikul beban emosional yang berat akibat kehilangan yang mendalam di masa lalunya-sebuah luka yang membuatnya merasa asing dengan impian dan masa depannya sendiri. Di tengah usaha kerasnya untuk berpura-pura baik-baik saja, ia dipertemukan kembali dengan esensi dari kota kelahirannya melalui hal-hal kecil yang sering kali terlewatkan. Setiap babak dalam cerita ini digambarkan seperti suasana Malang setelah diguyur hujan: dingin, tenang, namun membawa kesegaran baru. Melalui jalanan basah di sekitar Alun-Alun dan Idjen, aroma kopi di sudut warung legendaris, hingga senja jingga yang memayungi kota, Adrian perlahan belajar mengurai kesedihannya. Kehadiran sahabat-sahabat yang tulus dan pertemuan-pertemuan sederhana yang tidak terduga menjadi jangkar yang menahannya agar tidak tenggelam dalam rasa sepi. Lebih dari sekadar cerita cinta remaja, ini adalah perjalanan tentang bagaimana seseorang berdamai dengan memori. Adrian perlahan menyadari bahwa melangkah maju bukan berarti harus menghapus atau melupakan masa lalu, melainkan menata kembali kepingan ingatan tersebut sebagai bagian dari fondasi dirinya yang baru. Sebuah narasi menyentuh tentang menemukan arti "pulang" ke dalam diri sendiri, menyembuhkan luka, dan keyakinan bahwa sedalam apa pun badai yang menerpa, langit baru yang lebih cerah selalu setia menunggu di balik awan mendung.
OBAT LUKA, TEMPAT PULANG ( TERBIT ) ✔️ by Andieeni
Andieeni
  • WpView
    Reads 954
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 27
Selama ini, bagiku kepercayaan itu adalah sesuatu yang sudah hilang dan tak mungkin bisa kembali lagi. Terlalu sering terluka, terlalu sering dikecewakan, sampai akhirnya aku memilih untuk menutup diri dan tak mau lagi memberi ruang bagi siapa pun untuk masuk. Aku berpikir, begitulah caraku bertahan, dan begitulah yang akan terus terjadi selamanya. Namun, semuanya berubah saat kamu datang-tanpa diduga, tanpa direncanakan, dan sama sekali tak kusengaja. Dengan cara yang begitu sederhana dan lembut, kamu perlahan meruntuhkan tembok tinggi yang sudah kubangun bertahun-tahun. Tanpa kamu sadar, dan bahkan tanpa aku sadar juga, kehadiranmulah yang pelan-pelan menyembuhkan segala ragu dan luka yang ada di hatiku. Ternyata, yang selama ini kupikir takkan pernah ada, akhirnya datang juga. Dan kamu-lah orangnya-orang yang tanpa sengaja mengembalikan apa yang pernah hilang, dan mengajarkanku bahwa percaya itu lagi, itu hal terindah yang pernah kurasakan.
Ruang Kosong  ( End ) by Andieeni
Andieeni
  • WpView
    Reads 1,304
  • WpVote
    Votes 309
  • WpPart
    Parts 33
Bagi sebagian orang, rumah adalah tempat paling nyaman untuk pulang-tempat di mana lelah hilang, di mana kehangatan selalu menyambut, dan di mana cinta keluarga terasa begitu nyata. Namun bagi Aksa, rumah hanyalah bangunan berdinding tinggi dan beratap kokoh yang dipenuhi kesunyian yang menusuk hingga ke tulang sumsum. Setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam satu peristiwa yang mengubah segalanya, hari-harinya berjalan begitu datar, hampa, dan tanpa arah. Ia terbiasa bangun sendiri, menyiapkan segala kebutuhannya sendiri, dan menghadapi setiap suka maupun duka sendirian. Kesedihan yang ia rasakan bukanlah sesuatu yang bisa hilang begitu saja; ia hanya menyimpannya rapat-rapat di sudut hati, seolah menjadi beban yang harus dipikulnya seumur hidup. Selama ini, Aksa mengira bahwa hidupnya akan terus berjalan seperti itu-dalam kekosongan yang tak berujung. Ia mengira bahwa ia sudah terbiasa dengan rasa sepi, sampai suatu hari kehadiran sahabat-sahabatnya perlahan namun pasti mulai mengubah pandangannya. Mereka datang bukan untuk menggantikan apa yang telah hilang, melainkan untuk mengajarkannya cara melangkah kembali. Di tengah canda tawa yang terdengar riang, kenangan lama yang kadang kembali menyapa, serta luka di masa lalu yang masih terasa membekas, Aksa perlahan mulai memahami satu hal penting: tidak semua ruang kosong harus selamanya dibiarkan kosong. Ada orang-orang yang datang dengan niat tulus untuk mengisi kehilangan, menemani setiap langkah yang terasa berat, dan mengajarkan kembali arti memiliki tempat pulang yang baru. Ini adalah sebuah kisah tentang kehilangan yang menyakitkan, persahabatan yang tak tergoyahkan, serta perjalanan panjang dalam proses menerima kenyataan dan menemukan kembali alasan untuk tetap melangkah, bertahan, dan tersenyum lagi.