kenweiauthor
Astra Novan Sky adalah definisi dari kesempurnaan yang dingin. Sebagai kapten tim basket SMA Atlaska, hidupnya hanya berputar pada tiga hal: latihan, kemenangan, dan menjaga martabat timnya bersama keempat sahabatnya-Kaze, Vale, Aksi, dan Kael. Baginya, emosi adalah kelemahan, dan kebisingan adalah gangguan. Ia adalah bintang yang bersinar terang, namun membeku di singgasananya.
Di sisi lain, ada Valea Liliana Noelle. Jika Astra adalah keheningan, maka Lea adalah simfoni. Ia adalah pianis energik yang percaya bahwa setiap perasaan punya nadanya sendiri. Bersama Naiya yang memegang gitar, serta geng atlet volinya-Flora, Stella, dan Terra-Lea adalah pusat keceriaan di sekolah.
Garis hidup mereka yang berbeda drastis mulai bersinggungan saat Lea memutuskan melakukan hal yang dianggap mustahil oleh seisi sekolah: Mengejar Sang Astra.
Lea tidak peduli dengan tatapan tajam Astra yang menusuk. Ia tidak gentar saat botol minum pemberiannya diabaikan di pinggir lapangan basket. Bahkan, ia tidak berhenti saat Astra dengan terang-terangan memintanya untuk menjauh.
Bagi Lea, Astra adalah komposisi musik paling rumit yang pernah ia temui, dan ia bersumpah akan menemukan melodi yang bisa mencairkan hati sang kapten.
Namun, di balik sikap dingin Astra, tersimpan beban ekspektasi yang menyesakkan napas. Dan di balik tawa ceria Lea, ada perjuangan untuk terus membuktikan bahwa musiknya adalah segalanya.
Akankah kegigihan Lea sang pianis mampu membuat Sang Astra berhenti berlari dan mulai mendengarkan? Ataukah perbedaan dunia antara lapangan basket dan ruang musik terlalu lebar untuk dijembatani?
Inilah perjalanan tentang ego, persahabatan, dan cinta yang tumbuh di antara dentuman bola basket dan denting piano. Sebuah pengejaran panjang yang akan membuktikan bahwa terkadang, bintang yang paling tinggi pun hanya butuh satu nada untuk jatuh ke bumi.