Daftar Bacaan farizyuhdi
3 stories
Kemanten amis luput by farizyuhdi
farizyuhdi
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 25
"Jangan sampai ada yang tahu dia sudah mati sebelum akad terucap." Ratna, seorang perias pengantin senior di Cirebon, mengira ia sudah melihat segalanya. Namun, tawaran fantastis dari seorang wanita misterius bernama Ibu Lastri membawanya ke sebuah desa terpencil di perbatasan Jawa Tengah-sebuah wilayah sunyi yang dikepung tambak garam dan laut lepas. Tugas Ratna terdengar sederhana: merias Sekar, sang pengantin wanita, agar tampil sempurna di hari bahagianya. Namun, sejak sentuhan pertama kuasnya, Ratna menyadari ada yang salah. Kulit Sekar sedingin es, tatapannya kosong dengan bola mata yang berputar tak wajar, dan aroma tubuhnya bukan wangi melati, melainkan bau anyir laut yang menusuk. Di balik kemegahan pesta yang digelar di rumah tanpa tetangga itu, tersembunyi teror yang mencekam. Tamu-tamu dengan tatapan asing, gumpalan sisik hijau yang tumbuh di punggung sang pengantin, hingga penampakan sosok bersayap yang mengintai dari balik kabut pesisir. Ketika satu per satu timnya mulai diteror kekuatan tak kasat mata, Ratna sadar ia bukan sekadar merias pengantin. Ia sedang mendandani sebuah tumbal. Di antara debur ombak Laut Utara yang lapar, Ratna harus berpacu dengan waktu. Melarikan diri sebelum pesta usai, atau menjadi bagian dari "keluarga" itu selamanya di dasar samudera.
Bayangan sepatu Baru  by farizyuhdi
farizyuhdi
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 9
BAYANGAN SEPATU BARU Sinopsis: Rio Aditya, seorang pria sukses yang telah mencapai segala impiannya dalam karir dan kehidupan materi, tiba-tiba dihadapkan pada masa lalunya yang telah lama disembunyikan ketika ia bertemu dengan Soleh - seorang bocah kecil yang mengemis dengan pakaian sobek dan menginginkan hanya satu hal: sepasang sepatu baru untuk sekolah. Di balik sosok bocah itu, Rio menemukan Siti - wanita yang pernah menyelamatkan hidupnya ketika ia masih muda dan kesusahan, kini terbaring lemah di rumah kumuh setelah menjalani hidup penuh cobaan. Seiring dengan terkuaknya rahasia masa lalu, Rio mengetahui bahwa Soleh bukan hanya anak yang ditolong Siti, melainkan anak kandungnya sendiri. Siti telah menyembunyikan kebenaran ini selama bertahun-tahun demi kesuksesan Rio, bahkan setelah harus menghadapi pelecehan dan penghinaan dari masyarakat. Dengan dukungan dari Lia - wanita yang selalu ada di sisinya - Rio berjuang untuk mendapatkan hak asuh Soleh, menghadapi orang yang ingin mengambil keuntungan dari keberadaan bocah itu, dan membangun hubungan baru sebagai ayah dan anak. Dari kesedihan dan kehilangan yang mendalam, lahirlah sebuah tujuan baru: mendirikan Yayasan Siti untuk Anak Bangsa, sebuah wadah untuk membantu anak-anak kurang beruntung mendapatkan pendidikan dan harapan masa depan yang cerah. Novel ini mengisahkan tentang cinta yang tak pernah padam, pengorbanan tanpa pamrih, dan bagaimana sebuah bayangan harapan yang kecil - seperti sepasang sepatu baru - bisa tumbuh menjadi warisan abadi yang mengubah hidup banyak orang. Ditulis dengan gaya narasi yang mendalam dan penuh emosi, Bayangan Sepatu Baru menghadirkan perjalanan hidup yang penuh dengan lika-liku, namun tetap menyimpan pesan harapan dan kebaikan. Gaya impresi dalam penggambaran adegan memberikan nuansa yang kaya dan mendalam, sementara karakter-karakter yang kuat dan mudah dicintai membuat pembaca terlibat sepenuhnya dalam setiap lika-liku cerita.
Jalur Kamboja  by farizyuhdi
farizyuhdi
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
Damar (45), seorang supir ambulans honorer di sebuah RSUD pinggiran Jawa Tengah, memiliki "bakat" yang tidak ia inginkan: kepekaan merasakan emosi terakhir jenazah yang ia bawa. Baginya, ambulans bukan sekadar kendaraan, melainkan ruang pengakuan dosa terakhir sebelum liang lahat. Suatu malam hujan badai, Damar mendapat tugas mengantar jenazah tanpa identitas (*Mr. X*) korban tabrak lari. Namun, perjalanan rutin itu berubah menjadi mimpi buruk ketika ia melanggar satu pantangan: *jangan pernah berbalik arah untuk memungut barang orang mati.* Karena rasa iba, Damar kembali ke TKP untuk mengambil obat asma milik anak korban yang tertinggal. Tindakan itu membuka gerbang tak kasat mata. Damar tidak hanya membawa pulang jenazah Pak Sutrisno, tapi juga "penumpang gelap" yang terikat pada lokasi kecelakaan-sosok entitas kuno yang memangsa kesedihan dan penyesalan. Teror tidak berhenti di jalan raya. Sosok itu mengikuti Damar pulang, merasuki pasien rumah sakit, dan mengancam nyawa putri semata wayangnya, Rara. Damar harus menelusuri sejarah kelam jalan raya tempat kecelakaan itu terjadi, mengungkap tumbal masa lalu, dan menyelesaikan urusan Pak Sutrisno sebelum "Si Penumpang Gelap" mengambil nyawa Rara sebagai gantinya.