LAMILEY
Bagi Maximiliano Alexander, hidup adalah tentang garis lurus, aturan kaku, dan kesempurnaan. Tidak ada tempat untuk kesalahan, apalagi kekacauan.
Bagi Kayla, hidup adalah tentang melarikan diri. Lari dari bayang-bayang ibunya yang seorang wanita malam, lari dari kepalan tangan ayahnya yang pemabuk, dan lari dari utang-utang yang membuat dirinya hampir terjual ke tangan orang jahat.
Delapan tahun lalu, mereka bertemu dalam sebuah insiden kecil di bawah pohon mangga yang mengubah segalanya. Kayla yang kotor dan liar, bertemu Maxi yang dingin dan tak tersentuh.
Kini, Kayla berada di dalam wilayah kekuasaan Maxi sebagai seorang pelayan. Dia berusaha menjadi tak kasat mata di balik dinding-dinding kerajaan yang megah. Namun, setiap kali dia mencoba bersembunyi, mata dingin sang Tuan Muda selalu berhasil menemukannya.
Maxi adalah pangeran es yang membenci kekacauan. Dan bagi Maxi, Kayla adalah definisi dari kekacauan itu sendiri. Namun, mengapa saat gadis itu terjatuh, tangan Maxi yang kaku justru ingin menjadi satu-satunya yang menangkapnya?