eliot_qiu
- Reads 2,743
- Votes 475
- Parts 43
Hyun bukan ayah kandung Acha. Ia hanya pria yang suatu hari mengambilnya masuk ke dalam hidupnya-memberinya rumah, nama, dan perlindungan. Bagi dunia luar, Hyun adalah sosok yang dingin, berbahaya, dan berkuasa. Namanya disegani, bahkan ditakuti. Tak ada yang berani menentangnya.
Namun sejak Acha datang, ada sesuatu yang berubah.
Di balik sikapnya yang kejam dan tak tersentuh, Hyun menunjukkan sisi yang tidak pernah ia perlihatkan kepada siapa pun. Tatapannya menjadi lebih lembut, suaranya lebih pelan, dan perhatiannya terhadap Acha terasa... terlalu dalam.
Awalnya semua terlihat seperti kasih sayang seorang ayah kepada anak angkatnya.
Tapi seiring waktu, ada sesuatu yang terasa salah.
Cara Hyun memandang Acha terlalu lama. Cara ia menyentuh tangannya terlalu erat. Cara ia selalu memastikan Acha tetap berada di dekatnya-seolah dunia di luar sana adalah ancaman yang harus dijauhkan darinya.
"Acha, kau milikku. Jangan pernah lari dari Ayah."
Suara Hyun rendah, tenang, namun penuh tekanan yang membuat napas Acha terasa berat.
Perlahan, batas antara kasih sayang dan kepemilikan mulai kabur. Apa yang seharusnya menjadi perlindungan berubah menjadi sangkar tak terlihat. Hyun tidak pernah benar-benar menyakiti Acha... tetapi ia juga tidak pernah memberinya kebebasan.
Semakin Acha mencoba menjauh, semakin kuat Hyun menariknya kembali.
Sekarang Acha mulai menyadari satu hal yang menakutkan:
Hyun mungkin menyebut dirinya "Ayah"... tapi cara pria itu memandangnya tidak pernah terasa seperti seorang ayah.
Dan pertanyaannya bukan lagi sekadar tentang kebebasan.
Apakah Acha bisa melarikan diri dari pria yang menganggapnya sebagai miliknya-atau justru ia akan tenggelam dalam obsesi Hyun yang perlahan menghancurkan segalanya?