mccacizo
- Reads 2,238
- Votes 536
- Parts 15
Ada beberapa jenis penyesalan yang tidak bisa dibasuh oleh air mata, seberapa banyak pun kamu menangisinya. Ia menetap di dalam dada seperti jelaga hitam yang mengotori jiwa, membusuk bersama waktu, dan menolak untuk pergi bahkan setelah kematian menjemput.
Dilahirkan kembali di masa depan dengan ingatan utuh yang membakar otaknya, Marvel Edward Park dipaksa mengembara hanya untuk mencari satu nama: Jeremy.
Jiwanya kelaparan akan pengampunan. Dia siap bersujud, siap menerima makian, dan siap menebus seluruh jam-jam dingin di mana dia membiarkan Jemmy dirundung kesepian di kehidupan yang lalu.
Sialnya, pengampunan dari semesta ternyata adalah lelucon yang paling sunyi.
Jeremy berada di depannya, bernapas di dimensi yang sama, namun dengan jiwa yang telah sepenuhnya bersih dari masa lalu.
Jeremy tidak mengingatnya. Jeremy tidak lagi menyimpan rasa sakit, tumpukan surat, bahkan tidak mengingat nama Marvel.
Lebih hancur lagi, di kehidupan ini Jemmy sudah menemukan tempat pulangnya sendiri. Jemmy telah menggandeng jemari lain, memberikan binar mata penuh cinta yang dulu selalu Marvel sia-siakan.
Marvel dihukum bukan untuk memiliki Jeremy kembali. Dia dihukum lahir dengan ingatan utuh hanya untuk menjadi penonton tak kasat mata dari kebahagiaan orang lain, mengetuk pintu rumah yang kuncinya sudah lama dibuang oleh sang pemilik.
Di musim dingin yang baru, ketika kelopak camellia mulai membeku, apakah sebuah bayangan yang rusak masih berhak untuk meminta dimaafkan?
A BL Story / Sequel of "When Camellias Stop Blooming"
Cerita ini pure imajinasi outhor, dan tidak ada sangkut pautnya dengan siapapun atau dunia nyata.
©Ide itu mahal, bikinnya pakai mikir sampai pusing. Jadi, plis jangan jadi plagiator. Jadilah pembaca dan penulis yang keren dengan menghargai karya orang lain!
THIS BOOK IS MY BABY. PLEASE DO NOT COPY/PLAGIARIZE MY WORK.
-ᰔᩚ 𝗆𝖼𝖼𝖺𝖈𝗂𝗓𝗈 𓍢ִ໋🌷