percintaan
4 stories
Kalam Cinta di Hamparan Hijau by amarlubai
amarlubai
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 30
Yauma Nahara adalah definisi sempurna dari wanita modern yang memiliki segalanya: kecantikan yang memikat, gelar Magister Sains (S2) Pertanian dengan predikat summa cum laude, dan status sebagai putri tunggal seorang konglomerat ternama di Jakarta. Namun, di balik kemilau hidupnya, Yauma merasa terasing. Baginya, cinta sejati adalah teka-teki yang sulit dipecahkan di tengah dunia yang memandang wanita hanya sebagai aset bisnis atau objek estetika. Muak dengan tekanan ayahnya yang bersikeras menjodohkannya dengan rekan bisnis demi ekspansi korporasi, Yauma mengambil keputusan nekat: meninggalkan kenyamanan Jakarta menuju pelosok Bumi Sriwijaya, Sumatera Selatan. Ia datang ke Perkebunan Wahidan, sebuah hamparan hijau nan megah yang mengintegrasikan perkebunan cengkeh warisan leluhur dengan perkebunan jeruk yang sedang sekarat akibat serangan penyakit sistemik CVPD. Di sana, ia melamar sebagai peneliti independen dengan misi menyelamatkan ekosistem lahan tersebut. Namun, tantangan terbesarnya bukanlah hama tanaman, melainkan sang pemilik perkebunan, Arkan Wahidan. Arkan adalah pria yang dingin, kaku, dan sangat disiplin. Sebagai pewaris tunggal, ia memimpin ribuan buruh tani dengan tangan dingin dan prinsip Islami yang sangat kuat. Pertemuan awal mereka dipenuhi dengan ketegangan profesional. Arkan skeptis terhadap "gadis kota" yang dianggapnya hanya mencari pelarian, sementara Yauma merasa tertantang oleh kedinginan Arkan yang tidak pernah mau menatap matanya lebih dari beberapa detik. Namun, cinta mereka tidak tumbuh melalui jalan biasa. Sesuai dengan komitmen spiritual keduanya, mereka memilih jalan "Anti-Pacaran". Tidak ada rayuan murahan, tidak ada sentuhan fisik, dan tidak ada pertemuan berdua tanpa perantara. "Kalam Cinta di Hamparan Hijau" adalah sebuah romansa edukatif yang membuktikan bahwa menjaga diri bukanlah penghalang bagi cinta, melainkan jembatan menuju keberkahan.
Aneh Tapi Nyata: Cinta di Kantor Cabang Gosip by amarlubai
amarlubai
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 27
Sinopsis Tika adalah staf HRD yang punya satu prinsip hidup: "Masuk kantor untuk kerja, bukan cari drama." Tapi prinsip itu hancur berantakan ketika sebuah insiden memalukan terjadi. Dalam keadaan mengantuk karena lembur, Tika berniat mengirim pesan menye-menye berisi curhatan cintanya kepada sang gebetan. Sialnya, jari Tika terpeleset. Pesan itu terkirim ke "Sir Gobang Gosir"-sebuah grup WhatsApp rahasia berisi seluruh karyawan kantor yang hobinya menguliti aib atasan. Pesan itu berbunyi: "Aku tahu rahasia besarmu, dan aku sudah jatuh hati sejak pertama kali kita bertemu di ruang gelap itu. Aku ingin memilikimu selamanya." Kekacauan dimulai saat Aris, bos baru yang terkenal kaku, dingin, dan punya hobi aneh mengoleksi koin kuno (Gobang), tidak sengaja membaca pesan tersebut lewat layar ponsel salah satu staf yang sedang presentasi. Aris, yang sangat protektif terhadap koleksi koinnya, salah paham. Ia mengira "rahasia besar" dan "ruang gelap" yang dimaksud Tika adalah rencana pencurian koleksi koin emas langka miliknya di brankas kantor. Bukannya memecat Tika, Aris malah memutuskan untuk "menjaga" Tika dengan cara menunjuknya sebagai asisten pribadi agar bisa memantau gerak-geriknya. Tika yang bingung setengah mati terpaksa mengikuti semua kemauan Aris yang absurd-mulai dari membersihkan koin kuno dengan sikat gigi hingga menemani Aris ke lelang barang antik yang aneh. Di balik tumpukan koin berdebu dan desas-desus grup WhatsApp yang makin liar, Tika menyadari bahwa Aris sebenarnya hanya pria kesepian yang canggung. Sementara itu, Aris mulai merasa bahwa "ancaman" dari Tika adalah hal paling nyata dan manis yang pernah masuk ke hidupnya yang membosankan. Bisakah cinta tumbuh di antara bos yang salah paham dan karyawan yang salah kirim pesan? Di kantor ini, segalanya memang Aneh Tapi Nyata.
Sujud di Langit Semarang by amarlubai
amarlubai
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 30
Arkan Aditama tidak punya waktu untuk urusan asmara. Baginya, cinta adalah amanah yang hanya boleh dibuka dengan kunci syariat. Fokus utamanya saat ini adalah melakukan ekspansi hotel bintang lima milik keluarganya ke jantung Kota Semarang. Di sana, ia dikenal sebagai "Pangeran Es"-dingin, efisien, dan tak tersentuh. Namun, ketenangan Arkan terusik saat ia harus bekerja sama dengan Griya Batik Camilla untuk seragam eksklusif dan dekorasi interior hotelnya. Camilla adalah antitesis dari Arkan. Gadis itu adalah mentari bagi siapa saja; ia ramah, cerdas, dan memiliki jaringan pertemanan yang luas, namun tetap memegang teguh batasan sebagai muslimah. Arkan awalnya skeptis dengan keramahan Camilla yang ia anggap "terlalu terbuka," sementara Camilla merasa Arkan terlalu kaku dalam memandang dunia. Namun, sebuah kejadian di Masjid Agung Jawa Tengah mempertemukan mereka dalam keheningan doa yang sama. Arkan mulai menyadari bahwa keramahan Camilla bukanlah untuk menggoda, melainkan bentuk dakwah melalui akhlak. Sebaliknya, Camilla mulai melihat bahwa kedinginan Arkan adalah caranya menjaga kehormatan wanita. Tanpa tukar pesan yang tak perlu, tanpa kencan yang melanggar batas, keduanya mulai melibatkan "Jalur Langit". Mereka saling meminjam nama dalam tahajud, bersaing dalam doa, hingga takdir membawa mereka pada satu titik: Apakah restu manusia akan sejalan dengan ketetapan-Nya?
Kabut Cinta dari Gisting by amarlubai
amarlubai
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 30
Kabut Cinta dari Gisting Arkan Fadliansyah tidak pernah menyangka bahwa wasiat terakhir ayahnya akan membawanya pada sebuah perjalanan batin yang melampaui batas fisik. Pemuda lulusan pesantren ini berangkat menuju kaki Gunung Tanggamus, membawa sekeping amanah untuk mencari Haji Mukhtar, pemilik Pondok Pesantren Al Barokah di Gisting. Di balik ketenangannya, Arkan menyimpan keteguhan iman yang selaras dengan kemahiran silatnya-sebuah perisai yang akan segera ia butuhkan. Gisting menyambutnya dengan atmosfer yang ganjil; sebuah lanskap di mana kabut tebal bukan sekadar fenomena alam, melainkan selimut bagi rahasia yang tak terucap. Di sana, ia bertemu Zahra Elina Safira. Sosoknya bukan hanya representasi kecerdasan dan keshalehan, namun juga nyawa bagi Al Barokah. Di tengah gigil udara pegunungan, Arkan menemukan dirinya terpikat pada ketulusan Zahra, sebuah resonansi rasa yang tak mampu ia abaikan. Namun, kedamaian Gisting hanyalah ilusi. Arkan mulai merasakan adanya "kabut hitam" yang mengintai keluarga Haji Mukhtar. Sosok-sosok bayangan di hutan pesantren dan kecemasan yang tersirat di wajah sang kiai menuntun Arkan pada sebuah investigasi berbahaya. Ternyata, ancaman tersebut berakar pada sengketa lahan yang bersimbiosis dengan rahasia kelam masa lalu yang melibatkan ayahnya sendiri. Dalam pusaran ketegangan, hadir Ustadz Mansur-sosok bijak yang menjadi kompas bagi Arkan. Di bawah bimbingannya, sebuah proses taaruf yang suci mulai dijalin. Namun, cinta mereka harus berbenturan dengan ego Bara, pemuda yang angkuh dan terobsesi pada Zahra. Bara tak segan menempuh jalur gelap untuk melenyapkan Arkan dari tanah Gisting. Di bawah bayang-bayang megah Gunung Tanggamus, Arkan harus memilih: menuntaskan amanah dengan risiko kehilangan nyawa, atau membiarkan Gisting ditelan kegelapan selamanya.