LoVeLG23
- Reads 57,622
- Votes 2,717
- Parts 33
[COMPLETED]
"Pond..." panggil Phuwin, suaranya sedikit ragu.
Pond langsung memberikan perhatian penuhnya, sorot matanya menunjukkan bahwa ia siap mendengarkan. "Iya, sayang?"
Phuwin menarik napas pelan. "Phuphu... kangen."
Itu bukan sebuah regresi yang dipicu oleh rasa takut. Itu adalah sebuah permintaan. Sebuah undangan. Sebuah penyerahan diri yang didasari oleh kepercayaan, bukan oleh keputusasaan. Ia secara sadar meminta izin untuk menjadi rapuh, untuk berbagi sisi lembutnya sebagai sebuah bentuk keintiman, bukan sebagai tanda bahaya.
Mendengar itu, hati Pond meleleh. Ini adalah ujian sesungguhnya dari janjinya. Ia tidak boleh mengambil alih. Ia harus menerima. Ia harus percaya.