drnhdi08's Reading List
2 stories
FANA by queen_siy07
queen_siy07
  • WpView
    Reads 187
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 23
-Dua Dunia yang Diam-Diam Bertemu- Seorang arwah perempuan yang bertemu dengan seorang laki laki indigo. "Mereka lahir di dunia yang sama, tapi takdir mengajarkan cara yang berbeda untuk merasakan sakit. Fara kehilangan rumah yang dulu hangat, Juna kehilangan kasih sayang yang seharusnya ia dapatkan. Tapi di tengah sepi dan luka itu, mereka seakan berjalan di jalur yang sama -dua hati yang hampa, dua jiwa yang tersisih, menunggu tanpa sadar untuk bertemu. Dan mungkin, entah kapan, di satu momen yang sederhana, takdir akan mengizinkan mereka merasakan sesuatu yang tak pernah mereka miliki: pengertian, kehangatan, dan... rumah dalam satu sama lain." ini hanya sekedar cerita fiksi.
Antara Aku, Kamu, dan Papan Tulis by chandra_logika
chandra_logika
  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 8
Bagi Nara, Gevan adalah variabel perusak dalam hidupnya yang teratur. Nara adalah ketua kelas yang perfeksionis, sementara Gevan adalah biang kerok yang langganan telat dan hobi tidur di jam pelajaran. Keduanya seperti minyak dan air-tidak mungkin bersatu, dan sebaiknya jangan pernah dipertemukan. Tapi takdir (dan sebuah insiden pot bunga pecah) punya rencana lain. Hukuman piket membersihkan papan tulis sepulang sekolah selama 30 hari memaksa mereka terjebak di ruang kelas yang sunyi. Tanpa gawai, tanpa teman, hanya ada mereka berdua dan debu kapur/spidol yang menyengat. Awalnya hanya perang dingin. Namun, segalanya berubah ketika Nara menemukan tulisan kecil di sudut papan tulis yang lupa dihapus Gevan. Sebuah kalimat pendek yang bukan rumus fisika, bukan juga contekan sejarah, melainkan sebuah rahasia. Papan tulis itu berubah menjadi kotak surat rahasia mereka. Di sanalah dinding kebencian perlahan runtuh, digantikan oleh teka-teki perasaan yang rumit. Namun, ketika tulisan di papan tulis itu mulai terbaca oleh orang ketiga, dan rahasia Gevan yang sebenarnya terkuak, Nara dihadapkan pada satu pertanyaan besar: Apakah rasa yang tumbuh di antara debu penghapus ini nyata? Atau hanya coretan sesaat yang akan hilang begitu bel sekolah berbunyi?