chentz99
- Reads 1,230
- Votes 183
- Parts 16
Tian tidak pernah percaya pada takdir.
Sebagai CEO muda yang dingin, dan selalu terlihat tak tersentuh, ia terbiasa mengatur segalanya dengan logika dan kendali penuh. Hidupnya rapi. Terstruktur. Tanpa celah.
Sampai Ziyu masuk ke dalam dunianya.
Ziyu yang begitu cerewet, ceria, gemas tanpa sadar, dan terlalu cantik untuk sekadar dianggap "biasa". Ia seperti matahari kecil yang berisik-mengacaukan ritme hidup Tian, mematahkan dinding dinginnya, dan membuat pria itu merasakan sesuatu yang belum pernah ia beri nama.
Tian membenci kebisingan.
Namun anehnya, ia mulai merindukan suara Ziyu.
Di antara perbedaan sifat, tatapan yang terlalu lama, dan perhatian kecil yang tumbuh diam-diam... apakah ini kebetulan? Atau memang sejak awal, semesta sudah menuliskan nama mereka dalam satu garis yang sama?
Karena terkadang, takdir tidak datang dengan tanda.
Ia datang dalam bentuk seseorang yang perlahan menjadi rumah.