ziuzizan_88
- Reads 4,163
- Votes 10
- Parts 20
Di Bogor, Erik, remaja tampan berparas feminin, terlempar ke neraka saat ibunya wafat di usia 13. Ayah tirinya, Bondan, seorang bajingan bengis, mulai melecehkannya secara anal setiap hari sejak Erik 14 tahun, memaksanya berdandan wanita dan memakai pakaian dalam perempuan. Ini mengubah orientasinya menjadi penyuka sesama jenis.
Di usia 16, Erik dipaksa berhenti sekolah, menjalani terapi hormon, lalu Bondan menjadikannya waria dan memaksanya menjajakan diri di jalanan sebagai 'Kupu-Kupu Malam'. Bondan bahkan mencarikan tamu untuk Erik. Dengan paras cantiknya, Erik tak pernah sepi "job".
Titik balik datang di usia 18, saat Bondan masuk penjara. Erik pindah ke Jakarta, mencoba peruntungan di Taman Lawang, namun malah menghadapi intimidasi. Ia beralih mangkal di tempat lain. Dengan gigih menabung, ia berhasil melakukan operasi payudara, menyempurnakan penampilannya.
Di Ibu Kota, Erik bertemu Bang Jek. Awalnya memberinya harapan, Bang Jek ternyata temperamen dan ringan tangan. Setelah serangkaian kekerasan, Erik kabur ke Bandung. Di Kota Kembang ini, ia bertemu Om Burhan, pria beristri yang tertarik pada waria. Om Burhan menjadikan Erik "simpanan", membiayai hidupnya.
Meski nyaman secara finansial, Erik menghadapi kehampaan dan belenggu baru. Ia dihadapkan pada kenyataan pahit saat istri Om Burhan melabraknya dan mempermalukan Erik di depan umum, menelanjanginya di lobi apartemen. Kejadian ini menjadi cambuk terakhir.
Dengan sisa tabungan dari Om Burhan, Erik membuka salon kecil-kecilan di Bandung. Dengan tekad dan kerja keras, salonnya berkembang pesat, hingga menjadi besar dengan banyak karyawan. Ia menjadi simbol pengusaha waria yang sukses, menemukan kemandirian dan makna dirinya.
Di usia 24, Erik bertemu Mark, seorang bule Jerman berusia 49 tahun. Mark mencintai Erik apa adanya, dengan segala masa lalu dan identitasnya. Mereka menikah di Jerman.