GawinHolic's Reading List
23 قصة
Secret Boyfriend [JossGawin] بقلم LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    مقروء 33,769
  • WpVote
    صوت 2,067
  • WpPart
    فصول 28
[COMPLETED] Gawin dipaksa memiliki bodyguard adalah hukuman terburuk di dunia, terlebih saat pengawalnya adalah Joss Wayar, pria sedingin es yang lebih terlihat seperti mesin penjaga tanpa emosi daripada manusia. Bertekad untuk mendapatkan kembali kebebasannya, Gawin bersumpah untuk membuat hidup pria itu seperti di neraka agar ia segera berhenti. Namun, usahanya yang konyol untuk melarikan diri seketika terasa bodoh saat ia menyaksikan Joss melumpuhkan para penyerangnya dengan kebrutalan yang efisien dan mematikan. Saat rentetan teror dan percobaan pembunuhan mulai menghantuinya, Gawin sadar kehadiran Joss bukanlah sebuah hukuman, melainkan satu-satunya hal yang membuatnya tetap hidup. Kematian ayahnya ternyata bukanlah kecelakaan biasa, dan kini Gawin adalah target berikutnya dalam sebuah konspirasi gelap yang melibatkan miliaran baht dan rahasia negara. Di tengah desingan peluru dan kebohongan yang terungkap, mampukah ia memercayai sang pelindung yang menyimpan ribuan rahasia, apalagi saat hatinya mulai berdebar kencang bukan lagi karena takut, tapi karena tatapan mata pria itu?
How to Get Situationship? [JossGawin] بقلم LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    مقروء 35,581
  • WpVote
    صوت 1,976
  • WpPart
    فصول 33
"Gugup?" Suara bariton Jos memecah keheningan. Gawin menoleh. "Sedikit. Aku tidak terbiasa diantar pulang." Sebuah kebohongan. Dia tidak terbiasa berada sedekat ini lagi dengan Jos. Jos tersenyum tipis, senyum yang selalu berhasil membuat perut Gawin terasa tergelitik. "Anggap saja ini bagian dari pelayanan publik. Menyelamatkan penyiar kebanggaan kota dari derasnya hujan." "Berlebihan," cibir Gawin, meskipun sudut bibirnya tidak bisa menahan untuk tidak terangkat. "Aku selalu serius jika menyangkut keselamatanmu, Win," balas Jos lembut. Nada bicaranya berubah, lebih dalam dan personal. "Dulu, dan sekarang."
+11 أكثر
The CEO's Fruit Stall [JossGawin] بقلم LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    مقروء 107,350
  • WpVote
    صوت 6,168
  • WpPart
    فصول 30
[COMPLETED] Gawin terengah-engah, dadanya naik turun dengan kasar. Dia sudah mengeluarkan semua yang terpendam. Kini dia menunggu. Menunggu reaksi, jawaban, apa pun. Tapi yang dia dapatkan hanyalah keheningan dan tatapan yang sama tenangnya. Joss meletakkan gelasnya, lalu dengan gerakan yang tidak terduga, sebuah senyum tipis-sangat tipis-terbentuk di sudut bibirnya. Senyum itu adalah bensin yang disiramkan ke api. "Jawab gue, brengsek!" raung Gawin, kehilangan kontrol. Dia maju selangkah, tangannya terangkat, entah untuk menarik kerah baju Joss atau melakukan hal lain yang lebih nekat. Tapi dia tidak sempat. Joss bergerak lebih dulu. Pria itu berdiri dari kursinya dalam satu gerakan yang begitu luwes dan cepat. Sebelum Gawin sempat bereaksi, dua tangan kokoh telah mencengkeram lengannya dan menariknya maju. Detik berikutnya, Gawin sudah berada dalam pelukan erat Joss, wajahnya terbenam di dada bidang pria itu.
CEO DAN MAHASISWA  بقلم MeAsyaa
MeAsyaa
  • WpView
    مقروء 65,798
  • WpVote
    صوت 2,339
  • WpPart
    فصول 24
Gavin yang berstatus mahasiswa yang berkuliah di universitas negeri, tiba tiba tanpa adanya angin dan hujan ia di jodohkan dengan anak teman ayahnya yaitu Jerion seorang CEO yang menggantikan posisi ayahnya. Saat pertemuan pertama, ternyata Jerion jatuh cinta pada pandangan pertama. Matanya seolah terkunci pada Gavin, sedangkan Gavin yang melihat Jerion sedikit takut dan gugup. Jerion sedikit mengeluarkan kata untuk mendeskripsikan seorang gavin "Cantik" Gavin yang mendengarkan kata itu seketika pipinya merah merona seperti tomat
Living Together [JossGawin] بقلم NongBhe
NongBhe
  • WpView
    مقروء 22,090
  • WpVote
    صوت 1,617
  • WpPart
    فصول 21
[LENGKAP] 🎬WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA! KALAU NGGAK FOLLOW NGGAK BOLEH BACA!🎬 *** "Lo siapa?" Suara itu. Lebih dalam dari yang Gawin ingat, serak dan berat, seperti kerikil yang digiling di bawah sepatu bot. Suara itu tidak bertanya, melainkan menuntut. Mulut Gawin terbuka, tapi tidak ada suara yang keluar. Tenggorokannya terasa sekering gurun. Panik menjalari pembuluh darahnya, membekukan setiap ototnya. Ini tidak mungkin. Ini adalah sebuah lelucon kosmik yang kejam. Dari sekian banyak orang di Bangkok, kenapa harus dia? Kenapa Mami, dengan semua koneksinya, bisa menempatkannya di neraka pribadi ini? "Gue... Gawin," akhirnya ia berhasil berbisik, suaranya terdengar asing dan lemah di telinganya sendiri. "Saya... teman sekamar yang baru. Mami saya yang mengatur semuanya." Joss mendengus pelan, sebuah suara yang penuh dengan cemoohan. Ia meletakkan botol air di atas meja dengan dentuman pelan. "Mami lo? Gue nggak peduli siapa yang atur." Ia melangkah maju, memperpendek jarak di antara mereka. Setiap langkahnya membuat Gawin ingin mundur, tapi kakinya seolah terpaku di lantai. Aroma sabun yang tajam dan aroma maskulin dari kulitnya menyerbu indra Gawin, memicu gelombang kenangan yang menyakitkan. "Gue nggak mau ada orang lain di sini."
+13 أكثر
AROMA [JossGawin] بقلم LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    مقروء 46,514
  • WpVote
    صوت 2,072
  • WpPart
    فصول 25
[COMPLETED] "GAWIN! JANGAN PERGI! WIN, TUNGGU!" Gawin tidak peduli lagi. Dia menuruni tangga, dua anak tangga sekaligus, hampir tersandung. Dia mengabaikan teriakan Ayahnya yang kini bercampur dengan kepanikan. Dia menyambar sepatunya di rak, tidak peduli talinya. Dia merobek pintu depan hingga terbuka, menghambur ke dalam kegelapan malam Bangkok yang kini mulai diguyur hujan. Dia hanya tahu dia harus pergi. Pria yang dia sembah. Pria yang dia serahkan segalanya; harga dirinya, tubuhnya, jiwanya. Baru saja tidur dengan ayahnya sendiri.
Just Mine [JossGawin] بقلم LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    مقروء 125,561
  • WpVote
    صوت 5,952
  • WpPart
    فصول 32
[COMPLETED] !Bijaklah dalam memilih bahan bacaan! --- Gawin tersentak dan hampir mundur, tapi cengkeraman Joss menahannya di tempat. Ia terperangkap. "Jangan bergerak," desis Joss di telinganya. "Selesaikan tugasmu." Gawin merasa panas menjalar ke wajahnya. Ini gila. Mereka berada di kantor, di siang hari, dengan pintu yang bahkan tidak dikunci. Siapa pun bisa masuk. Kepanikan mulai merayapinya, membuat jari-jarinya semakin kaku. "Kau tahu," lanjut Joss, suaranya kini lebih rendah, lebih serak, penuh dengan nada kemenangan. "Aku masih bisa membayangkanmu telanjang pagi ini. Berdiri di sana, gemetar... menungguku. Apa kau menikmatinya, Gawin? Merasa rentan seperti itu?"