Reexwrite
Laila cuma santriwati biasa di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, sebuah pesantren di lereng pegunungan Jawa Tengah. Ngajinya rajin, hafalan nadhom Alfiyah-nya lancar jaya, tapi kelakuannya? Jangan ditanya. Usilnya nomor satu se-asrama putri. Satu-satunya kelemahan Laila: kecoa. Liat satu biji aja bisa manjat lemari sambil istighfar.
Sementara itu, Gus Faris adalah putra Kiai. Wibawanya selangit, suara ngajinya bikin santriwati auto khusyuk, dan ketegasannya bikin santri putra segan. Tapi siapa sangka, di balik sorbannya yang selalu rapi, Gus Faris punya fobia paling memalukan: kucing. Sekali liat kucing lewat, bacaan Qur'annya bisa keseleo.
Takdir mempertemukan mereka lewat pohon jambu, surat cinta yang nyasar ke Ndalem, dan sapu yang jadi saksi. Dari saling benci karena sama-sama malu, jadi saling curi pandang tiap ro'an akbar.
Ini kisah Laila, si santri biasa yang jago nadhom, dan Gus Faris, si putra Kiai yang kaku setengah mati. Tentang cinta yang tumbuh diam-diam di antara sorban dan hijab, di bawah aturan pondok yang ketat, dan lewat bait-bait pantun yang malu-malu.
Kalo jodoh nggak bakal kemana... walaupun dipisah tembok pondok putra-putri sekalipun.
Genre: Romance, Comedy, Pesantren, Slice of Life
⚠: Banyak adegan ngakak, dan salting berjamaah!!.