Reexwrite's Reading List
2 stories
 Cinta Dibalik Sorban & Hijab by Reexwrite
Reexwrite
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
Laila cuma santriwati biasa di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, sebuah pesantren di lereng pegunungan Jawa Tengah. Ngajinya rajin, hafalan nadhom Alfiyah-nya lancar jaya, tapi kelakuannya? Jangan ditanya. Usilnya nomor satu se-asrama putri. Satu-satunya kelemahan Laila: kecoa. Liat satu biji aja bisa manjat lemari sambil istighfar. Sementara itu, Gus Faris adalah putra Kiai. Wibawanya selangit, suara ngajinya bikin santriwati auto khusyuk, dan ketegasannya bikin santri putra segan. Tapi siapa sangka, di balik sorbannya yang selalu rapi, Gus Faris punya fobia paling memalukan: kucing. Sekali liat kucing lewat, bacaan Qur'annya bisa keseleo. Takdir mempertemukan mereka lewat pohon jambu, surat cinta yang nyasar ke Ndalem, dan sapu yang jadi saksi. Dari saling benci karena sama-sama malu, jadi saling curi pandang tiap ro'an akbar. Ini kisah Laila, si santri biasa yang jago nadhom, dan Gus Faris, si putra Kiai yang kaku setengah mati. Tentang cinta yang tumbuh diam-diam di antara sorban dan hijab, di bawah aturan pondok yang ketat, dan lewat bait-bait pantun yang malu-malu. Kalo jodoh nggak bakal kemana... walaupun dipisah tembok pondok putra-putri sekalipun. Genre: Romance, Comedy, Pesantren, Slice of Life ⚠: Banyak adegan ngakak, dan salting berjamaah!!.
The Obsession of Mr Jay by Reexwrite
Reexwrite
  • WpView
    Reads 6,090
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 30
Kibo berusia delapan belas tahun ketika dunia memaksanya untuk tidak lagi menjadi anak-anak. Tumbuh di panti asuhan membuatnya terbiasa hidup dengan sisa-sisa perhatian, sisa kasih sayang, sisa kesempatan. Wajahnya yang terlalu lembut dan tubuhnya yang kecil sering menjadikannya bahan ejekan. Ia dianggap berbeda. Terlalu halus. Terlalu rapuh. Padahal yang ia inginkan hanya satu hal sederhana- tempat di mana ia tidak perlu merasa salah karena menjadi dirinya sendiri. Di sisi lain, Tuan Jay memiliki segalanya. Tiga puluh tahun. Pengusaha sukses. Dikelilingi kekuasaan dan kemewahan. Wanita-wanita mendekatinya tanpa perlu ia panggil. Hidupnya teratur, terkontrol, dan nyaris sempurna. Namun kesempurnaan tidak selalu berarti utuh. Pertemuan mereka seharusnya tidak lebih dari donatur dan penghuni panti asuhan. Sebuah bantuan. Sebuah formalitas. Tetapi ada sesuatu pada diri Kibo yang tidak meminta, tidak menuntut, dan tidak berpura-pura tertarik pada kekayaan Jay. Tatapan polos yang tidak dipenuhi ambisi itu justru menjadi celah yang tidak pernah Jay sadari sebelumnya.