virolechen
Semua orang bilang pernikahan Catherina Vallencia dan Emilian Albono adalah akhir yang bahagia. Perempuan yang lembut dan sederhana dipersunting oleh anak konglomerat yang hidup dalam kemewahan. Tapi tidak ada yang tahu, pernikahan itu lahir dari paksaan-rencana orang tua untuk mengubah Emil yang liar, keras kepala, dan tenggelam dalam dunia malam.
Di malam pernikahan yang seharusnya jadi awal bahagia, semuanya justru terasa salah.
"Nama lo bagus banget... Catherina Vallencia," ucap Emil sambil menyender santai di mobilnya, menatapnya dari atas ke bawah. "Tapi kenapa hidup lo di kampung?"
Erine terdiam, jemarinya saling menggenggam, mencoba menahan perasaan yang tiba-tiba sesak. "Mas... bisa nggak sih ngomongnya lebih baik sedikit?"
Emil terkekeh pelan, dingin. "Gue cuma jujur. Atau lo nggak biasa denger yang kayak gini?"
"Itu bukan jujur... itu nyakitin."
"Lah gue nanya doang. Baper amat." Emil mengangkat bahu, lalu membuka pintu mobilnya. "Oh ya, jangan berharap lebih. Pernikahan ini cuma buat nyenengin orang tua gue."
Tanpa menunggu jawaban, Emil masuk ke mobil dan pergi begitu saja, meninggalkan Erine sendirian di parkiran, masih dengan gaun pengantinnya.
Tanpa cinta. Tanpa rasa. Hanya status: suami istri.
Erine menunduk, menahan air mata yang hampir jatuh. Di tengah sepinya malam dan dinginnya angin, ia menarik napas dalam-dalam.
"Aku akan mengubah hidupmu... dan sifatmu, Mas Emil..." gumamnya pelan.
Bagi Emil, pernikahan ini hanyalah formalitas. Tapi bagi Erine, ini adalah awal dari perjuangan-sebuah keyakinan bahwa suatu hari, hati yang dingin itu bisa berubah. Namun di antara kerasnya dunia Emil dan lembutnya tekad Erine, satu hal menjadi pertanyaan-siapa yang akan lebih dulu menyerah?